44 Puskesmas di Kabupaten Bekasi Kekurangan Tenaga Dokter

ilustrasi dokter (ist) ()

Oleh: Mikael Niman / FER | Kamis, 7 September 2017 | 21:03 WIB

Bekasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih kekurangan tenaga dokter untuk penempatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi menyatakan, saat ini hanya terdapat 68 dokter yang berstatus aparatur sipil negara (ASN). Padahal, dengan jumlah penduduk yang mencapai 3,6 juta jiwa, dibutuhkan sedikitnya 1.440 dokter berstatus ASN yang akan ditempatkan di 44 Puskesmas.

"Idealnya, satu orang dokter untuk melayani 2.500 jiwa. Sementara, jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi saat ini sudah mencapai 3,6 juta jiwa. Dengan begitu, jumlah 68 dokter yang ada saat ini kurang maksimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Sekertaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Sri Eni, kepada wartawan, Kamis (7/9).

Menurutnya, dengan kekuatan personel yang ada saat ini, Pemkab Bekasi sangat membutuhkan tenaga dokter. Minimal sekali, kata Enny, dalam satu Puskesmas diisi oleh empat dokter atau sekitar 176 tenaga dokter yang berstatus ASN. "Paling sedikit, setiap kecamatan atau Puskesmas punya empat dokter," tuturnya.

Dengan kondisi seperti ini, kata Enny, terjadi ketidakseimbangan antara rasio jumlah penduduk dan dokter yang ada di Puskesmas.

"Dengan begitu, perlu ada penambahan dokter melalui CPNS Kementerian Kesehatan. Kami juga akan menginformasikan soal kebutuhan dokter ini kepada Bupati dan Kementrian PAN dan RB," pungkasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT