Djarot: Misi Utama Dokter dan RS adalah Selamatkan Jiwa Manusia

Djarot Saiful Hidayat. ()

Oleh: Lenny Tristia Tambun / PCN | Senin, 11 September 2017 | 11:23 WIB

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat merasa kecewa adanya kasus bayi Debora yang meninggal karena telat penanganan dari pihak Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres karena orang tuanya tidak bisa menyediakaan biaya perawatan untuk ruang PICU sebesar Rp 19,8 juta.

Mantan Wali Kota Blitar ini menegaskan, misi utama seorang dokter dan rumah sakit adalah menolong dan menyelamatkan jiwa pasien yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Yang perlu saya tegaskan di sini, saya minta tolong betul. Misi utama dokter, misi utama RS adalah menolong dan menyelamatkan jiwa orang lain,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (11/9).

Kalau dokter atau rumah sakit hanya berorientasi kepada keuntungan semata, itu sudah melenceng dari misi utama mereka. “Itu sudah enggak benar, sudah melenceng,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, ia meminta direksi RS Mitra Keluarga Kalideres dipanggil dan diberikan penekanan tentang misi utama tersebut. Bahwa, tanggung jawab rumah sakit adalah menyelamatkan orang.

“Saya minta supaya direksi rumah sakitnya diundang untuk menekankan ini. Saya belum mendapatkan laporan lengkap. Karena hari ini atau besok, pihak RS akan dipanggil Dinkes,” terangnya.

Kemudian, Djarot meminta seluruh rumah sakit yang ada di wilayah DKI Jakarta, dapat memberikan penanganan terhadap pasien dengan proporsional. Artinya, memberikan penanganan kesehatan sesuai dengan kebutuhan penyembuhan penyakit pasien.

“Kalau enggak perlu operasi, enggak usah operasi, ya enggak. Kalau perlu pengobatan, tidak harus semuanya dengan hitung-hitungan. Diberikan penanganan berlebih sehingga biayanya mahal. Ini lho kadang-kadang terjadi. Saya lama jadi kepala daerah, jadi saya tahu,” ungkapnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT