Peringati Rapat Ikada, Djarot Ajak Warga Bangun Jakarta Jadi Smart City

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa kada di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta, Selasa, 19 September 2017. (Beritasatu Photo/Lenny Tristia Tambun)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Selasa, 19 September 2017 | 13:51 WIB

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa Ikada ke-72 di Lapangan Eks IRTI Monas. Dalam upacara tersebut, Djarot mengajak semua warga Jakarta, termasuk PNS DKI untuk membangun Jakarta menjadi Kota Pintar atau Smart City.

“Saya mengajak semua pihak tanpa kecuali, untuk bersama-sama membangun Kota Jakarta. Sehingga ke depan kota yang kita cintai ini menjadi kota yang lebih representatif, kompetitif, atraktif, nyaman, aman, damai, sejahtera dan menjadi Kota Pintar (Smart City) yang siap bersaing dengan kota-kota lain di dunia,” kata Djarot di lokasi upacara, Selasa (19/9).

Ia menjelaskan, Rapat Raksasa IKADA pada 19 September 1945 dilaksanakan sebagai ungkapan aspirasi pemuda Jakarta, yang tidak sabar menunggu pemindahan kekuasaan dari tentara Jepang kepada Bangsa Indonesia.

Seperti yang tercantum dalam teks proklamasi bahwa, pemindahan kekuasaan dilaksanakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, yang meneguhkan sikap bangsa Indonesia saat itu, bahwa NKRI bukan negara hadiah atau boneka Jepang.

“Bahwa Pemerintah Republik Indonesia adalah pemerintah yang sah, yang legitimate, didukung oleh seluruh rakyat Indonesia yang tidak sudi terjajah kembali,” ujarnya.

Diungkapkannya, pekikan kata "merdeka" yang diucapkan Bung Karno saat itu, disambut dengan gegap gempita oleh massa yang berkumpul.

Dalam pidato singkatnya, Bung Karno berpesan agar massa tetap tenang, menyerahkan penyelesaian masalah kenegaraan kepada presiden dan kabinet.

Setelah mendengar pesan itu, massa dengan tertib membubarkan diri, meskipun sempat terjadi ketegangan antara massa dengan tentara Jepang.

“Pernyataan sikap spontan dan tegas yang kita peringati setiap tahun ini, harus membangkitkan semangat warga Kota Jakarta dan seluruh elemen bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” terangnya.

Makna peristiwa Rapat Raksasa Ikada, lanjutnya, harus menjadi momentum dalam mengatasi ancaman terhadap wibawa negara, keberagaman yang suatu saat dikhawatirkan terkoyak, munculnya intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Namun hal itu tidak akan terjadi apabila kita memahami dan senantiasa mengamalkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT