Jakarta Banjir Lagi, Anies Monitor

Warga melintas di jalan yang tergenang banjir di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (12/11). Banjir tersebut disebabkan meluapnya Kali Pesanggrahan di kawasan itu. A/aww/17. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / Lenny Tristia Tambun / FMB | Senin, 13 November 2017 | 09:20 WIB

Jakarta - Hujan deras yang terjadi pada Minggu (12/11) kemarin mengakibatkan sejumlah lokasi di Jakarta tergenang banjir. Mulai dari Kemang, Kebayoran Lama, Petukangan, Jakarta Selatan hingga Kebon Jeruk dan Kembangan Jakarta Barat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku melakukan pemantauan terkait hal tersebut. Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Daerah dan Bencana DKI Jakarta disebutkannya terus berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Tadi malam hujan cukup deras, kami melakukan pemantauan terus, Dinas SDA dan BPBD kami komunikasi terus," ujar Anies di Balai Kota, Senin (13/11).

Ia mengatakan, sejak sore hingga dini hari pihaknya memantau seluruh titik dan menyebutkan lokasi-lokasi terkena banjir seluruhnya terkendali. Air yang menggenang mulai menurun meskipun ada beberapa warga di lokasi banjir yang harus mengungsi karena ada tanggul jebol seperti yang terjadi di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Kemudian, katanya, di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan juga ada sebuah tebing yang longsor dengan lebar sekitar 10 meter dan tinggi hampir mencapai 15 meter. Dari hasil komunikasi dengan pihak kelurahan, lokasi longsor tidak berdekatan langsung dengan pemukiman.

"Sehingga longsornya tidak berdampak ke warga, tapi kami pastikan supaya longsor tidak semakin luas, apalagi laporan lisan tadi malam ada penumpukan material pembangunan yang membuat beban di atas semakin besar," terangnya.

Anies menjamin longsornya tanah tersebut tidak akan semakin meluas. Ia akan mengambil tindakan untuk mengosongkan lahan tersebut.

Adapun kawasan Petukangan dan Ulujami di Jakarta Selatan, tergenang banjir karena meluapnya Kali Pesanggrahan. Anies mengatakan, pihaknya terus memantau setiap waktu untuk menentukan tindakan apa yang akan dilakukan.

"Kami komunikasi terus. Nanti begitu ada situasi yang haruskan ada tindakan cepat, kami akan bereskan, sejauh ini statusnya siaga 3 (aman dari banjir besar)," pungkasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT