Sandiaga Pastikan Ketersediaan Daging Murah

Ilustrasi daging sapi (Antara/Wahyu Putro A)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / FER | Rabu, 22 November 2017 | 16:09 WIB

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memastikan penghapusan anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) PD Dharma Jaya sebesar Rp 39 milliar tidak akan mengurangi subsidi terhadap penyediaan daging murah bagi warga miskin dan peserta Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menegaskan, Pemprov DKI akan menggelar pertemuan untuk membahas ketahanan pangan di Jakarta. Terutama dalam penyediaan daging murah.

"Minggu depan kita akan duduk bersama untuk bahas pangan," kata Sandiaga, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (22/11).

Menurut Sandiaga, pihaknya memberikan apresiasi kepada Direktur Utama PD Dharma Jaya yang sudah berhasil membawa perusahan yang dipimpinnya memiliki rapor biru dalam hal kinerja dan keuangan. Padahal waktu masuk, PD Dharma Jaya dalam kondisi mengalami kerugian dan banyak memiliki utang.

"Saya apresiasi sekali Bu Rina, luar biasa, champions, srikandi yang berjuang untuk perusahaannya. Tentunya dia ingin memastikan daging, khususnya untuk subsidi itu mencukupi," ujarnya.

Untuk itu, Sandiaga memastikan tidak ada pengurangan subsidi untuk kepentingkan rakyat yang termarjinalkan. Ditegaskannya, Jakarta tidak akan kekurangan daging, khususnya daging murah.

"Kita tidak akan kekurangan daging. Kita akan suplai daging. Kita akan gelontorkan sebanyak mungkin akan gunakan seluruh dana yang kita miliki. Sumber dana dari mana pun juga (digunakan), untuk pastikan stok daging cukup dan harga daging stabil," jelasnya.

Untuk PMD yang dinolkan dalam RAPBD DKI 2018, menurutnya, bukan diperuntukan subsidi daging murah, melainkan untuk rehab tempat pemotongan ayam.

"Betul disampaikan, bahwa juga ada yang untuk modal kerja. Itu tidak akan diganggu sama sekali untuk subsidi. Kita akan mobilisasi semua dana yang ada. Untuk pastikan suplai dagingnya cukup," terangnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT