Target 1 Juta Penumpang KRL Per Hari Tercapai

Target 1 Juta Penumpang KRL Per Hari Tercapai
Penumpang "commuter line". ( Foto: Antara )
Ignatius Herjanjam / BW Selasa, 9 Januari 2018 | 12:28 WIB

Jakarta- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan, target penumpang kereta rel listrik (KRL) 1 juta per hari telah tercapai. Hal tersebut disampaikan Vice President (VP) Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa pada SP, Selasa (9/1).

“Kalau dilihat rata-rata jumlah penumpang pada hari kerja yang mencapai 970.000 hingga 1 juta bahkan lebih target tersebut sudah tercapai,” ungkap Eva.

PT KCI juga menargetkan 320 juta penumpang di wilayah Jabodetabek pada 2018 ini. Eva menyatakan, target tersebut dicanangkan berdasarkan realisasi jumlah penumpang pada 2017. Pada 2018 target tersebut naik 10%. Tahun 2019, penumpang ditargetkan 1,2 juta.

“Pada 2017 kami menargetkan 292 juta penumpang namun realisasinya terdapat 315 juta penumpang. Karenanya pada tahun ini besar kemungkinan akan terjadi penambahan jumlah penumpang KRL Jabodetabek,” ungkap mantan presenter televisi swasta ini.

Terkait perjalanan KRL terbanyak, Eva menjelaskan tujuan Bogor/Depok menempati persentase paling tinggi. Pada 2017 jumlah penumpang tujuan Bogor/Depok mencapai 69,95%, tujuan Bekasi 13,46%, Serpong 11,87%, Tangerang 4,72%. Sementara volume tertinggi penumpang terjadi pada Juni 2017 yang mencapai 1.065.522 penumpang.

Dia melanjutkan, rata-rata penumpang per hari kerja mencapai 953.932, untuk hari libur mencapai 884.623 penumpang. Berdasarkan data PT KCI setiap tahunnya terjadi lonjakan penumpang KRL yang cukup signifikan.

Penambahan KRL
Untuk 2012, rata-rata volume penumpang per hari sebanyak 366.358, 2013 naik menjadi 431.886. Demikian pula kenaikan penumpang terjadi pada 2014 yang mencapai 566.530, lalu 2015 pada 705.556. Sedangkan 2016 mencapai 833.675, angka tersebut terus naik pada 2017 menjadi 993.992 penumpang.

“Mengenai apakah ada penambahan KRL pada tahun ini kami belum bisa memastikannya. Namun yang jelas akan ada perpanjangan rangkaian KRL agar dapat mengangkut seluruh penumpang,” katanya.

Pada 2018 PT KCI akan memperpanjang rangkaian KRL. Saat ini, KRL 12 rangkaian memiliki 26 unit, 10 rangkaian ada 43 unit, sedangkan 8 rangkaian ada 20 unit. Pada 2017, ada 20 KRL 12 rangkaian, 42 KRL 10 rangkaian, dan 20 KRL 8 rangkaian. “Saat itu target kami hanya 18 KRL untuk 12 rangkaian, namun realisasinya kami tambah 2 KRL jadi 20,” imbuhnya.

Peningkatan volume di wilayah operasional baru Rangkasbitung dan Cikarang juga mengalami peningkatan yang cukup tajam. Untuk kawasan Rangkasbitung-Citeras volume peningkatan penumpang mencapai 123%, sementara untuk relasi Rangkasbitung-Cikarang mengalami peningkatan sebanyak 59%.

“Volume penumpang hari pertama beroperasinya KRL pada 8 Oktober 2017 dari Rangkasbitung-Citeras sebanyak 7000 penumpang, volume penumpang naik menjadi 15.614 pada tanggal 25 Desember 2017, meningkat sebanyak 123%. Sedangkan volume hari pertama beroperasinya KRL ke Cikarang sebanyak 23.000 penumpang, pada 25 Desember 2017 naik 59% menjadi 36.671 penumpang,” papar Eva.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE