DKI Targetkan Investasi Rp 100 Triliun di 2018

DKI Targetkan Investasi Rp 100 Triliun di 2018
Sandiaga Uno.
Deti Mega Purnamasari / HA Jumat, 12 Januari 2018 | 19:34 WIB

Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menargetkan masuknya investasi Rp 100 triliun melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada 2018 ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menginginkan target tersebut karena pihaknya juga memiliki target ambisius hingga tahun 2022 mendatang, yakni total investasi Rp 1.000 triliun.

Dimulai tahun ini, ia meminta DPMPTSP untuk menaikkan target investasi menjadi Rp 100 triliun dari semula Rp 93 triliun.

"Karena angka-angka perekonomian membaik, saya berikan tambahan target Rp 7 triliun, jadi Rp 100 triliun. Begitu kita punya rent up, transportasi dipermudah, integrasi dan ada beberapa pelayanan yang juga diberikan, diharapkan lima tahun ke depan sampai 2022 kita bisa dapatkan Rp 1.000 triliun," kata Sandiaga saat menghadiri peringatan HUT DPMPTSP ke-3 di kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Ia mengatakan, target tersebut dilakukan karena saat ini Jakarta dan Indonesia menjadi tujuan investasi dari mancanegara. Ada beberapa sektor yang dibidik, yaitu teknologi, online, transportasi, pergudangan, ekonomi kreatif, serta ekonomi halal dan syariah. Sektor tersebut dinilainya sangat berkembang sehingga saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengejar target tersebut.

"Ini sentimen yang sangat positif untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Ujungnya adalah lapangan pekerjaan, karena setiap investasi itu kami pantau betul bagaimana nanti," terangnya.

Ia berharap, investasi satu dolar saja bisa menciptakan empat lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, ia ingin mencari cara bagaimana agar bersinergi sehingga di ulang tahun PTSP tahun depan Jakarta Investment Centre (JIC) di MPP DPMPTSP juga bisa terlaksana.

"Dengan begitu, semua inisiatif untuk menarik investasi saya kendalikan dari Balai Kota, bersama Pak Edy (Kepala DPMPTSP). Sudah banyak sekali, dalam 2 bulan terakhir kunjungan bisnis pemodal dari mancanegara. Kami ingin itu ditindaklanjuti di JIC, semua perizinan, kemudahan, dan insentif semua informasi yang mereka miliki kami pusatkan di situ," jelasnya.

Sandi juga memuji DPMPTSP DKI Jakarta saat ini yang sudah melaksanan 98 jenis perizinan elektronik yang meningkat 63,3 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 60 izin. Selain itu, jumlah penerimaan hingga tahun 2017 pun berhasil menembus Rp 82,46 triliun yang meningkat 40,23 persen dari periode yang sama pada tahun 2016 sebesar Rp 58,8 triliun

"Ini pencapaian tertinggi selama 5 tahun terakhir. Sedangkan dari laporan bank dunia, saat ini Indonesia ada di rangking 72, naik 34 peringkat dalam kurun waktu 2 tahun. Jakarta memiliki peranan penting di situ," katanya.

Jika terus bisa diperbaiki, katanya, Jakarta bisa membantu Indonesia naik ke peringkat 40 besar dunia. Ia menegaskan tahun 2022 sudah sanggup masuk ke 40 besar dunia.

"Terutama doing of business itu ada di starting business. Kenapa saya fokus OK OCE karena starting itu penting," katanya.

Sandi juga memuji jumlah penerimaan pendapatan berdasarkan jumlah retribusi PAD dan lainnya selama 2017 yang berjumlah hampir Rp 1 triliun, dengan presentase realisasi penerimaan sebesar 129,70 persen, meningkat 28 persen dari sebelumnya.



Sumber: Suara Pembaruan