Anies Luncurkan 4 Desain Besar Wujudkan Jakarta Kota Berketahanan

Anies Luncurkan 4 Desain Besar Wujudkan Jakarta Kota Berketahanan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan tanaman padi saat panen raya di areal pertanian Jalan Inspeksi BKT Timur, Cakung, Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018. Areal pertanian Pemprov DKI Jakarta seluas tiga hektare ini menghasilkan lima ton padi per hektare dengan varietas Inpari 22 dan Mekongga. ( Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto )
Deti Mega Purnamasari / JAS Selasa, 23 Januari 2018 | 11:54 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meluncurkan empat desain besar guna mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan.

Adapun keempat desain besar tersebut adalah di bidang pertanian perkotaan, layanan air minum dan air limbah domestik, Jakarta menuju kota layak anak, dan sistem pengelolaan sampah.

"Ini sebuah kerja besar. Ini harus ada di sebuah kota. Harus layak anak, memberi ruang bagi pertanian dan soal air," ujar Anies saat meluncurkan desain tersebut di Balai Agung, Selasa (23/1).

Proses penyusunan desain tersebut, katanya, sangat panjang. Ia berharap agar konsep desain yang muncul sesuai dengan kota abad 21 agar bisa menjawab tantangan ke depan.

"Kota ini bergerak. Kota 1,0, kami sebagai pengelola kota posisinya adalah administrator, masyarakat sebagai warga. Kota 2,0 Pemprov sebagai service provider sebagai pemberi jasa. Kota 3,0 kami sebagai fasilitator, warga sebagai partisipan. Keempat, kota sebagai kolaborator dan warga sebagai co-creator," terang Anies.

Khusus untuk sampah, katanya, Anies berharap muncul gerakan dari masyakarat agar pemerintah bisa terbantu. Apalagi di kota-kota maju, katanya, semakin hari semakin sedikit tempat sampah.

"Warga sudah memilih sampah sendiri, maka itu harus muncul gerakan. Di Jakarta, kesadarannya sudah mulai ada," katanya.

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar Muazin Mungkasa mengatakan, konsep desain besar ini merupakan inisiasi DKI yang merupakan perwujudan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanganan isu-isu di Jakarta.

"Isu yang jadi dasar bagi semua pemangku kepentingan untuk menyepakati visi-misi, kebijakan, strategi, peta jalan dan rencana aksi yang kita harapkan bisa diadopsi ke dalam RPJMD, termasuk rencana strategis SKPD terkait dan pendukung," katanya.

Desain tersebut, katanya, mendukung upaya DKI dalam pencapaian pembangunan berskala global dan perwujudan Jakarta menjadi kota berketahanan.

"Ini wujud kolaborasi beberapa pihak. Pemerintah pusat, DKI, termsuk berbagai pihak dan masyarakat," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan