Pembunuhan Ibu dan 2 Anaknya Bermotif Ekonomi

Pembunuhan Ibu dan 2 Anaknya Bermotif Ekonomi
Ilustrasi. ( Foto: BSMH )
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 13 Februari 2018 | 16:08 WIB

Jakarta - Muktar Effendi alias Pendi (55), tega membunuh istri sirinya Ema (40) dan dua anak perempuannya Nova (19) dan Tiara (11), lantaran permasalahan sepele yakni perihal kredit mobil.

"Ekonomi (motifnya). Istrinya kredit mobil tanpa sepengetahuan suami. Karena tidak sanggup bayar jadi cekcok, puncaknya kejadian kemarin (pembunuhan)," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan, Selasa (13/2).

Dikatakan, tersangka dan istrinya sudah bertengkar sejak tiga hari sebelum peristiwa pembunuhan.

"Tiga hari sebelum kejadian pembunuhan tersebut terjadi cekcok antara Ema atau korban dengan tersangka terkait adanya masalah jual-beli mobil. Cekcok di TKP (tempat kejadian perkara) tiga hari, diakhiri pembunuhan," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, korban Ema, Nova, dan Tiara ditemukan terbujur kaku dalam posisi berpelukan di atas tempat tidur dengan kondisi berlumuran darah, di kamar depan rumahnya, di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 Nomor 5 RT 05 RW 12, Periuk, Kota Tangerang, Senin (12/2). Sementara, Muktar Effendi alias Pendi, suami siri Ema, ditemukan dalam kondisi hidup, namun mengalami luka di bagian leher dan perut, di kamar belakang rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga sekitar rumah sempat mendengar keributan antara Ema dengan suaminya, sekitar pukul 01.00 WIB, dini hari. Kemudian, warga curiga karena pada siang hari rumah korban tampak sepi dan tidak ada anggota keluarga yang keluar rumah.

Salah satu teman korban Tiara, kemudian melapor ke Ketua RT bernama Pratomo. Selanjutnya, Pratomo bersama warga masuk ke dalam rumah korban yang tidak dalam keadaan terkunci.

Pada saat Pratomo membuka pintu kamar depan, ia melihat Ema, Nova, dan Tiara berada di atas tempat tidur dalam posisi telungkup berpelukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Sedangkan, Pendi ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka robek di perut dan lehernya akibat perbuatannya sendiri. Pendi rupanya ingin bunuh diri setelah membunuh korban di kamar belakang.

Sekadar diketahui, Pendi menikahi Ema yang berstatus janda dengan dua anak sejak satu tahun lalu. Ema bersama dua putrinya telah tinggal di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 Nomor 5 RT 05 RW 12, Periuk, Kota Tangerang, selama tujuh tahun.



Sumber: BeritaSatu.com