Polrestro Bekasi Tetapkan Tersangka Kasus Penipuan Arisan Online "Mama Yona"

Polrestro Bekasi Tetapkan Tersangka Kasus Penipuan Arisan Online
Laman grup facebook arisan Mama Yona. ( Foto: Facebook )
Mikael Niman / CAH Rabu, 14 Februari 2018 | 12:05 WIB

Bekasi - Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Bekasi telah menetapkan status tersangka kepada pengelola arisan online "Mama Yona" bernama Desy Chrisna Yulyani Sitanggang. Wanita ini dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan terhadap 600 anggota arisan dengan kerugian hingga diperkirakan Rp 15 miliar.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan," ujar Kasat Reskrim Polrestro Bekasi, AKBP Rizal Marito, Rabu (14/2).

Dia mengatakan, Desy Crisna diamankan di Mapolrestro Bekasi, Cikarang Utara, sejak Selasa (13/2) kemarin dan penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

"Sudah kami periksa 15 saksi (korban) dan sudah jelas tindak pidana penipuannya berdasarkan keterangan para saksi," u‎jarnya.

Meski begitu, kata dia, pihaknya masih mendalami pembuktian lebih lanjut terkait dengan jejak digital forensik. Polrestro Bekasi akan berkoordinisi dengan tim siber Polri untuk pembuktian rekam jejak digital yang dilakukan tersangka.

"Pasti, kami juga akan berkoordinasi untuk pembuktian TPPU (tindak pidana pencucian uang)," katanya.

Saat ini, sambung Kasat, tersangka ditahan di Mapolrestro Bekasi dan belum ada rencana pelimpahan kasus ke Polda Metro Jaya. "Masih ditangani di Polres," ‎tuturnya.

Sejak Selasa (14/2), para anggota arisan online di media sosial Facebook yang dikelola tersangka berdatangan ke Mapolrestro Bekasi. Mereka meminta, kepolisian mengusut kasus penipuan yang dilakukan pengelola arisan online, Desy Crisna. Para korban diimingi keuntungan hingga 50 persen dalam sekali putaran arisan.

Di grup Facebook "Mama Yona" (Desy Sitanggang), terdapat ribuan anggota dengan mencantumkan alamat di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Mereka menuntut, pengelola arisan online mengembalikan uang yang telah disetor melalui transfer ke nomor rekening pengelola arisan.

Para anggota arisan online berasal dari berbagai wilayah. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, bahkan yang ada dari Medan, Bojonegoro, Pekanbaru. Para korban menuntut uang mereka dikembalikan dan pelaku diproses secara hukum.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE