Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 50 Persen

Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 50 Persen
Salah satu Bus Transjakarta yang dirakit di CV Laksana di Ungaran, Jawa Tengah. ( Foto: Beritasatu Photo/Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FER Rabu, 14 Februari 2018 | 16:21 WIB

Semarang - Jumlah penumpang Bus Transjakarta bertambah lebih kurang 50 persen sejak tahun 2015 hingga tahun 2017. Penambahan jumlah penumpang ini dikarenakan pelayanan Transjakarta semakin prima dan nyaman sehingga menjadi pilihan utama masyarakat sebagai moda transportasi.

Direktur Teknik dan Fasilitas PT Transportasi Jakarta, Wijanarko, mengatakan, jumlah penumpang Bus Transjakarta mencapai 102,95 juta orang pada tahun 2015. Sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 123,71 juta orang dan pada tahun 2017 mencapai 144,86 juta orang.

"Bertambah hampir 50 persen. Kami terus berproses menghasilkan bus yang lebih baik dari sebelumnya," ujar Wijanarko di sela kunjungan ke karoseri Bus Transjakarta, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2).

Bus Trasjakarta

Pria yang akrab disapa Koko ini menambahkan, bus Transjakarta jenis low entry paling banyak digemari oleh para penumpang. Terbanyak penggemarnya yakni di wilayah Tebet dekat Stasiun Tebet. Meski banyak aneka pilihan moda transportasi di Tebet, para penumpang tetap setia menanti Bus Transjakarta di Tebet. "Busnya low entry. Tidak perlu naik naik hanya tinggal melangkah. Ini membuat nyaman para penumpang," katanya.

Koko mengatakan, untuk menghasilkan Bus Transjakarta yang terbaik, pihaknya terus berinovasi. Salah satunya, dengan menghadirkan bus berbahan alumunium selain bahan besi baja yang telah lebih dulu digunakan. Bus dari bahan besi baja dirakit salah satunya di CV Laksana. Tercatat terdapat 49 bus jenis low entry, 10 bus jenis low bus, 128 bus maxi volvo yang tengah dikerjakan.

Manager Riset and Development Department CV Laksana, Kusririn, mengatakan, pihaknya ditargetkan merampungkan bus baru ini hingga Maret 2018. Pihak Laksana sendiri, membagi pekerjanya dalam dua shift agar pengerjaan lekas rampung.

"Ada yang dari pukul 07.00 sampai 16.00 dan selanjutnya dari pukul 16.00 sampai dengan selesainya, karena memang kami tengah fokus menggarap untuk Transjakarta," tutur Kusririn.

Direktur Teknik CV Laksana Stefan Arman mengungkapkan, satu bus Transjakarta dapat rampung dalam waktu 45 hari. Sebab, segenap konsep desain dan proses produksi dikerjakan dengan semaksimal mungkin.

"Komponen kami buat sendiri, dengan presisi yang sangat tinggi. Semua melalui quality control yang ketat dan selektif. Selain Bus Transjakarta, kami juga merakit Bus Trans Semarang dan Trans Yogya. Bus kami juga di ekspor ke Fiji," papar Stefan.



Sumber: Suara Pembaruan