199 City Bus Low Entry Bodi Metal Rampung Akhir Februari

199 City Bus Low Entry Bodi Metal Rampung Akhir Februari
Perakitan Bus Transjakarta Low Entry berbodi metal di pabrik karoseri CV Laksana, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2). ( Foto: Beritasatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 14 Februari 2018 | 18:24 WIB

Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan 199 unit City Bus Low Entry berbodi steel atau metal akan rampung pada akhir Februari ini.

Beritasatu.com mendapat kesempatan untuk melihat langsung pabrik perakitan bus baru Transjakarta yang akan digunakan sebagai bus non Bus Rapid Transit (BRT), milik CV Laksana yang terletak di kawasan Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bila 101 bus berbodi aluminium dirakit dengan menggunakan teknik cold asembly atau mengurangi perakitan dengan teknik las untu menyambung bodi, melainkan menggunakan baut khusus untuk merakit bodi bus.

Maka, 199 unit bus berbodi metal ini dirakit dengan fasilitas permesinan modern berbasis komputer. Dengan kata lain, untuk merakit sebuah bus dilakukan dengan mesin yang berbasis komputer. Sehingga tidak heran bila perakitan tipe bus yang lama memakan waktu hanya 45 hari sampai 50 hari saja untuk satu unit. Sedangkan untuk tipe baru bisa mencapai 3 bulan sampai 4 bulan.

Perakitan Bus Transjakarta Low Entry berbodi metal di pabrik karoseri CV Laksana, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2).

Berdasarkan pantauan di lahan pabrik seluas 11 hektar (ha) ini, ruang perakitan dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap bagian bodi bus dikerjakan dengan mesin yang sudah tersistem. Terlihat hanya satu atau dua orang teknisi yang mengawasi kerja mesin tersebut. Bahkan, pembuatan dashboard serta sandaran kepala kursi bus Transjakarta juga dicetak dengan menggunakan mesin.

Direktur Teknik CV Laksana, Stefan Arman, mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung perkembangan transportasi Indonesia baik untuk permintaan sektor swasta maupun pemerintahan.

"Perusahaan kami sudah berumur 40 tahun lebih. Visi kami adalah bagaimana memuat bus yang berstandar dunia. Karena itu kami melengkapi fasilitas perakitan bodi bus dengan menggunakan mesin berbasis komputer," kata Stefan saat menerima kunjungan wartawan di pabrik perakitan CV Laksana, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2).

Perakitan Bus Transjakarta Low Entry berbodi metal di pabrik karoseri CV Laksana, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2).

Menurut Stefan, dengan teknik mesin perakitan bus berbasis komputer, maka dalam satu tahun, perusahaannya mampu memproduksi sebanyak 1.500 unit. Diantaranya, 600 unit diproduksi untuk pihak swasta seperti Legacy dan Discovery sepanjang tahun 2017.

"Sisanya untuk pemerintahan, seperti Transjakarta, TransSemarang, TransJogja dan TransSurabaya. Bahkan, kami telah mengimpor produk bus ke Fiji sebanyak 150 unit," terangnya.

Hingga saat ini, kata Stefan, pihaknya telah memproduksi sekitar 700 unit yang digunakan sebagai bus Transjakarta, baik yang dipesan oleh PT Transjakarta maupun operator bus Transjakarta.

"Saat ini, kami telah memproduksi banyak jenis Transjakarta. Baik single bus jenis Maxi dan articulated bus atau bus gandeng. Untuk tipe Maxi ada 122 unit dan 49 unit bus jenis Low Entry,” ujarnya.

Adapun chasis yang digunakan untuk bus jenis Maxi adalah Volvo dan jenis bus low entry menggunakan chasis Mercedes Benz. "Salah satu ciri khas kami adalah menghargai orisinalitas dari desain produk," tuturnya.

Direktur Teknik dan Pelaksana PT Transjakarta, Wijanarko, mengatakan, CV Laksana merupakan salah satu dari tujuh karoseri yang digunakan PT Transjakarta untuk memproduksi armada bus, baik bagi perusahaannya sendiri maupun operator bus Transjakarta.

"Dari tujuh karoseri tersebut, selain Laksana dan Gemilang Nusantara, lalu Trisakti, New Armada yang ada di Jawa Tengah, kita juga ada kerja sama dengan karoseri Tentrem di Jawa Timur," katanya.

Wijanarko mengungkapkan, bus pertama yang diproduksi PT Transjakarta melalui CV Laksana adalah bus gandeng Scania yang sudah beroperasi sejak tahun 2015. Dari 199 unit bus berbodi metal yang dilakukan dengan pengadaan anggaran tahun 2017 ini, sudah ada 150 bus yang sudah rampung. Dan telah dikirim ke workshop milik United Tractor yang berada di Cakung dan Sukaraja.

"Jadi 150 bus itu sudah dikirim pada bulan lalu, yang sudah dioperasikan ada sekitar 40 unit. Ada yang dioperasikan sebagai Tanah Abang Explorer, Bus Kota Gratis dan feeder di Tebet. Sementara, 110 lainnya masih ada di workshop United Tractor. Karena Laksana berada dibawah United Tractor. Belum dirilis ke kami," jelasnya.

Untuk 49 bus yang masih dikerjakan, saat ini sudah ada 41 unit yang sudah selesai dirakit, tinggal tahap finishing. Sedangkan delapan unit lainnya sedang dalam proses perakitan.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE