Ekonomi yang Islami

/ SHI Kamis, 14 Juni 2018 | 14:20 WIB

Oleh Prof. Firmanzah Ph.D

Ekonomi Islam di Indonesia saat ini sedang mendapatkan momentum yang luar biasa. Muncul banyak sektor yang terkait dengan ekonomi Islam. Kita mengenal ada perbankan syariah, asuransi syariah, produk halal, pariwisata syariah, dan juga fesyen syariah.

Tentu ini merupakan aset berharga bagi ekonomi Indonesia untuk bisa maju dan berkembang. Pastinya kita berharap potensi dan kekuatan ini bisa kita optimalkan sebesar mungkin untuk kesejahteraan umat Islam di Indonesia.

Prinsip Islam sebagai rahmatan lil 'alamin juga akan tercermin dari kekuatan ekonomi Islam di Indonesia. Bagaimana kita bisa merangkul sektor-sektor yang selama ini terpinggirkan dari ekonomi pasar. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama.

Satu karakteristik ekonomi Islam adalah semangat kolaborasi dan berbagi. Ini merupakan kekuatan yang harus diperkuat. Tentu dengan hal ini kita bisa menurunkan angka kemiskinan serta menciptakan lapangan pekerjaan. Dan yang terpenting adalah membangun basis keadilan bagi umat Islam dan juga bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, Islam menjadi rahmatan lil 'alamin dan haruslah ekonomi Islam juga mencerminkan Islam yang rahmatan lil 'alamin. Dari sisi produksi, eksploitasi, dan eksplorasi sumber daya alam. Pastinya semangat rahmatan lil 'alamin harus menjadi spirit utama dalam ekonomi Islam.

Tidak boleh kegiatan produksi, eksploitasi, maupun eksplorasi sumber daya alam justru menghancurkan alam itu sendiri. Ini merupakan prinsip utama dari prinsip Islam. Dengan begitu, ekonomi bisa terus berkembang dan maju. Alam pun juga tetap terjaga.

Semangat ini yang harus kita tumbuhkan agar kekuatan ekonomi Islam yang rahmatan lil 'alamin akan bisa terserap dan menjadi napas dari kegiatan ekonomi di Indonesia.

Selain itu, ekonomi Islam juga sangat peduli terhadap sesama, termasuk fakir miskin. Ini juga menjadi kepedulian bagi ekonomi Islam. Itulah mengapa ekonomi Islam juga menekankan semangat untuk zakat, sedekah, wakaf, dan semangat untuk hal lain yang sifatnya untuk kepentingan umat. Tentunya bagi mereka yang selama ini merasa dalam kondisi yang kurang beruntung.

Semangat humanisme dalam Islam sangat terasa. Ekonomi Islam sangat mengedepankan hal ini. Seperti halnya ekonomi Islam mengedepankan semangat keadilan, berbagi, bekerja sama, menjaga alam, dan semangat untuk menjaga lingkungan. Ini semua adalah hal-hal yang harus kita kedepankan ketika kita ingin memajukan kekuatan ekonomi Islam di Indonesia.

Di bulan suci Ramadan ini, marilah kita jadikan spirit nilai-nilai dalam ekonomi Islam menjadi napas hidup kita sehari-hari. Napas bagi kita berkegiatan ekonomi, berdagang, berproduksi, maupun bertransaksi. Insyaallah dengan spirit dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin tidak hanya kekuatan ekonomi umat yang maju dan berkembang, tapi Indonesia akan menjadi lebih sejahtera, berkeadilan, dan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Penulis merupakan rektor Universitas Paramadina