Bekal Ramadan Menuju Lebaran

/ SHI Kamis, 14 Juni 2018 | 19:33 WIB

Oleh Prof. Firmanzah Ph.D

Kita telah sampai di akhir bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh dengan berkah. Juga bulan yang penuh dengan tempaan untuk melatih diri kita lebih sabar. Serta menjadi manusia yang lebih manusiawi, mengedepankan semangat solidaritas, berbagi, dan melatih diri kita untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitar kita.

Kini tiba saatnya kita akan merayakan hari kemenangan Idulfitri. Hari suci, hari yang berkah, kembali ke fitrah diri kita sebagai manusia. Dalam renungan Idulfitri kali ini, saya mengajak kita semua untuk terus mengedepankan semangat toleransi, persatuan, ukhuwah islamiyah, rahmatan lil ‘alamin, berbagi, serta mengedapankan solidaritas sesama manusia. Tidak hanya sesama umat Islam, tetapi juga sesama umat beragama di Indonesia.

Apalagi di tengah masyarakat yang semakin beraneka ragam dan majemuk, kekuatan untuk menyatukan semakin kita butuhkan. Satu bulan di bulan suci Ramadan kita ditempa untuk bisa berempati. Kita bisa merasakan rasa lapar. Kita dilatih untuk merasakan rasa haus. Sebagaimana suadara kita yang selama ini kekurangan.

Latihan dan tempaan selama bulan suci Ramadan merupakan bekal bagi kita untuk mengembangkan dan meningkatkan semangat serta solidaritas antaranak bangsa. Inilah pesan utama di bulan suci Ramadan.

Mari kita menyambut Idulfitri dengan suka cita, semangat kekeluarga, serta semangat persatuan dan kesatuan. Sehingga bangsa kita akan menjadi bangsa yang lebih kokoh dan kuat karena ditopang oleh umat Islam yang semakin bersatu. Serta umat Islam yang semakin mengedepankan semangat toleransi, persatuan, dan ukhuwah islamiyah.

Akhir kata, atas nama keluarga besar Universitas Paramadina, ingin mengucapkan selamat Idulfitri. Minal Aidin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin.

Penulis merupakan rektor Universitas Paramadina



CLOSE