BeritaSatu.com

Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.
Close

    Berita Video

    Senin, 08 Oktober 2012 | 18:47

    Hai KPK-Polri, Ingatlah Pesan Saya, Soekarno



    Sang Proklamator rupanya telah berpesan jauh hari lalu, soal sinergitas lembaga-lembaga negara.

    Soekarno. Sang Proklamator itu rupanya telah berpesan jauh hari lalu, soal sinergitas lembaga-lembaga negara. Pesan itu dikatakannya dengan begitu lantang dalam pidato pada Hari Ulang Tahun Indonesia ke delapan, 17 Agustus 1953.

    "Hai tentara dan polisi dan rakyat. Perlipatgandakanlah usahamu membasmi pengacau-pengacau itu. Kalau kata-kata saja tidak dapat membasmi jiwa yang kebelinger, biarlah senjata berbicara. Karena itu satu bahasa yang lebih kuat lagi," kata Soekarno.

    "Ayo bangsa Indonesia dengan jiwa yang berseri-seri mari berjalan terus, jangan berhenti. Revolusimu belum selesai. Sebab siapa yang berhenti akan diseret oleh sejarah. Dan siapa yang menetang sejarah ia akan digiling oleh sejarah itu," tandasnya.

    Sungguh indah dan menggelegar lantunan Soekarno, hingga membuat seluruh lembaga negara, saat itu, segera merapatkan barisan membangun Indonesia.

    Dan, menilik kondisi saat ini, seharusnya KPK-Polri, dua lembaga yang kini berseteru, berkaca pada pesan tersebut. Kedua lembaga terhormat tersebut wajib malu karena telah 'menggunjang-ganjingkan' bangsanya sendiri.

    Tak cuma soal sinergitas, Soekarno pun berwasiat soal politik di dalam lembaga negara. Dalam pesan itu, rupanya Soekarno mengaharamkan lembaga negara untuk berpolitik. Ia tahu benar bencana yang bakal dialami lemabaga negara jika terjelembab dalam pusaran politik.
     
    "Angkatan perang tidak boleh ikut-ikut politik. Tidak boleh diombang-ambingkan oleh politik. Mereka harus berjiwa, berapi-api berjiwa, berkobar-kobar berjiwa, tapi dia tidak boleh ikut politik," tandas Soekarno.

    Kata-kata. Lewat upaya itulah Soekarno mengatasi polemik bangsa, hingga mengusir Jepang dan Belanda dari Bumi Pertiwi.

    Kata-kata Soekarno pun mampu membuat dunia hening saat ia berada di atas mimbar. 

    Ya itulah Soekarno. Seorang pemimpin yang tak ragu maju ke muka rakyat untuk mengatasi polemik.

    Lantas, bagaimanakan dengan pemimpin Indonesia saat ini. Dalam keadaan genting, di mana terjadi polemik antara KPK dan Polri, sang pemimpin begitu ragu untuk muncul ke muka rakyat.

    Entah apa yang dipikirkan. Apakah ia galau, atau justru bertindak hati-hati dalam menangani persoalan itu. Entahlah.

    Tapi apapun cara presiden, yang jelas rakyat sudah resah. Resah atas pelemik ini. Dan resah karena presiden tak kunjung muncul. Di mana presiden? rakyat mencari.

    Dan alangkah terkejutnya rakyat begitu tahu bahwa hari ini sang pemimpin ternyata berada di Cipanas, sibuk mengurusi lomba cipta seni pelajar.
    Penulis: /SES