Pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel, menyambut para pemainnya seusai pertandingan melawan AS Monaco, di Stadion Sigal Iduna Park, Rabu, 12 April 2017. Pertandingan ini seharusnya digelar Selasa namun ditunda karena bus tim Dortmund terkena ledakan yang mengakibatkan bek Marc Bartra cedera.

Cedera Kena Ledakan, Bek Dortmund Akan Pulih dalam Sebulan

Pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel, menyambut para pemainnya seusai pertandingan melawan AS Monaco, di Stadion Sigal Iduna Park, Rabu, 12 April 2017. Pertandingan ini seharusnya digelar Selasa namun ditunda karena bus tim Dortmund terkena ledakan yang mengakibatkan bek Marc Bartra cedera. (AFP)

Dortmund - Marc Bartra ternyata tak butuh waktu terlalu lama untuk bisa kembali bermain setelah tangannya cedera akibat ledakan yang mengenai bus tim Borussia Dortmund, Selasa (11/2) lalu. Pemain asal Spanyol itu diperkirakan hanya butuh empat pekan atau sebulan untuk bisa beraksi lagi di lapangan.

Seperti diketahui tiga ledakan terjadi saat bus tim Borussia Dortmund tengah dalam perjalanan dari hotel menuju ke Stadion Signal Iduna Park untuk melakoni laga perempat final pertama Liga Champions melawan Monaco. Akibat kejadian ini pertandingan diundur sehari.

Bartra harus menjalani operasi pada pergelangan tangannya akibat terkena jendela bus yang hancur. Namun dia diperkirakan bisa kembali bermain sebelum musim ini berakhir.

Hal itu diungkapkan pelatih Dortmund, Thomas Tuchel. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Eintracht Frankfurt, Tuchel menyatakan, “Bartra bakal absen sekitar empat pekan namun dia ingin bermain pada hari Sabtu jika dia bisa.”

Bartra sendiri menyampaikan pesan melalui Twitter mengungkapkan kondisinya. “Hello! Seperti yang Anda lihat kondisi saya jauh lebih baik. Terima kasih atas semua pesan-pesan Anda! Seluruh dukungan saya untuk rekan-rekan setim saya, fan, dan untuk @BVB untuk malam ini!” Begitu isi cuitan pemain asal Spanyol itu setelah menjalani operasi.

Meski kabar Bartra cukup menggembirakan Tuchel justru khawatir pemulihan mental pasukannya memerlukan waktu lebih panjang. Sebelum timnya menyerah 2-3 kepada Monaco Rabu lalu, Tuchel menyatakan Dortmund sebenarnya lebih suka jika pertandingan ini dibatalkan atau diundur dalam waktu lebih lama, bukan sehari. Kini dia mengakui pasukannya butuh pemuihan mental yang panjang akibat serangan ini.

“Ini sangat nyata, kami mencoba membantu, berharap bisa aman, dan mencoba tenang,” kataya.

“Kami mengontak keluarga untuk mengatakan kami baik-baik saja. Kami cuma berharap bisa pergi sejauh mungkin (dari lokasi kejadian),” papar Tuchel.

“Hari pertama benar-benar berat. Rabu kami seperti berjalan di awan. Menghadapi kejadian seperti ini maka proses pemulihannya butuh berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Hari ini (Kamis) adalah hari yang buruk bagi saya,” ungkap Tuchel, yang sebelumnya adalah pelatih Mainz ini.

“Kami harus mencari cara untuk bisa melakukannya namun saya akui tak mengetahui bagaimana caranya. Kami harus menghadapi ini dengan cara kami,” paparnya lagi.

“Kami merespons serangan ini dengan cara berbeda. Banyak pemain yang tak bisa tidur. Beberapa di antara mereka baru menyadari apa yang terjadi saat mereka kembali ke keluarga mereka,” imbuh Tuchel.

“Saya yakin situasi ini akan berpengaruh kepada pertandingan mendatang namun kami tak peduli. Kami harus menerima dan menghadapinya. Waktu akan membantu,” tuturnya.

“Kami tak ingin kejadian ini terus mempengaruhi kami dalam pertandingan setelah apa yang terjadi pada Selasa lalu. Itu membuat kami tak bisa melangkah,” paparnya.

“Namun Anda seorang olahragawan sejati jika tak khawatir (setelah kejadian ini). Sepakbola tak sepenting keluarga kami, hidup dalam damai, merasa aman, dan dalam keadaan sehat,” kata Tuchel lagi.

 

 



Jaja Suteja/JAS

Daily Mail