Ilustrasi jabat tangan
Berkenalan dengan orang ada etikanya.

Anda pasti sudah sering mendengar wejangan untuk menjaga impresi pertama. Konon, kesan seseorang akan terbentuk di awal perkenalan.

Mungkin kesannya informasi lama, namun, masih banyak orang yang tidak mengindahkan atau menyepelekan pentingnya etika berkenalan. Salah cara berkenalan bisa membuat orang yang diajak berkenalan atau mengajak berkenalan merasa diremehkan.

Jika Anda ingin meninggalkan kesan pertama yang baik, kenali apa-apa saja yang penting saat berkenalan berikut ini:

Jabat Tangan
Hampir semua perkenalan dan interaksi profesional dimulai dengan jabat tangan saat tatap muka langsung. Jabat tangan yang baik akan memberi kesan yang baik pula.

Tak heran, cara menjabat tangan memiliki waktu pengajaran tersendiri dari kurikulum kuliah untuk presentasi diri.

Cara-cara menjabat tangan yang salah; kelewat kencang, seperti ikan mati, tangan dobel, dan bergetar, sebaiknya dihindari.

Berjabat tangan sebaiknya dilakukan dengan genggaman penuh, tatapan kepada mata lawan, berikan senyuman, dengan tangan sedikit mengayun. Jabat tangan seperti ini akan mencerminkan orang yang bersahabat dan kepercayaan diri.

Biasanya jabat tangan yang baik berlangsung sekitar 3 detik, dengan 2-3 ayunan, dengan tekanan genggam secukupnya.

Memperkenalkan
Jika Anda membawa rekan kerja lain yang juga baru pertama kali bertemu orang tersebut, kenalkan diri Anda dulu. Ingat-ingat mana yang status atau jabatannya lebih tinggi. Kenalkan nama yang jabatannya lebih tinggi kepada yang lebih muda. Contoh, "Pak Kepala, kenalkan, ini junior sales kita yang baru, Heru".

Soal nama
Mengingat nama orang yang baru berkenalan memang agak tricky. Kadang sulit untuk bisa menghafal sekian banyak nama orang. Namun, untuk membantu, sekaligus membuat orang yang diajak berkenalan merasa terhormat, cobalah untuk menyebut kembali namanya.

Begitu pun dengan Anda saat berkenalan, coba bantu orang mengingat nama Anda dengan mengucapkannya perlahan dan jelas. Kalau sedang ada di konferensi dan disediakan tanda nama, pasang di sisi kanan dada, karena biasanya saat berkenalan, mata orang akan mengarah ke sana.

Lebih unik lagi, Anda bisa tambahkan dengan lelucon. Contoh, "Nama saya Sarah. Ingat saja Sarah Sechan kalau lihat saya."

Tunjukkan ketertarikan
Biasanya setelah berkenalan akan ada sesi basa-basi. Coba buka perbincangan ringan dengan topik yang bisa dimengerti banyak orang, seperti cuaca, lalu lintas, rencana berlibur, dan lainnya.

Meski topiknya bukan hal penting menurut Anda, cobalah untuk memberikan perhatian terbaik. Akan membuat kesan buruk jika Anda kemudian tampak supersibuk dengan ponsel, selalu melihat jam tangan, atau menatap ke sekeliling ruang bukannya ke lawan bicara.

Tips di atas adalah untuk berkenalan dengan cara internasional. Ada beberapa daerah, seperti Jepang yang menggunakan cara lain, yakni membungkuk saat berkenalan. Kunci penting adalah untuk melakukan riset sebelum membuka perkenalan dengan orang dari budaya berbeda.

Untuk memastikan rekan kerja atau pun calon klien yang baru berkenalan dengan Anda pastikan kesan pertama saat perkenalan terjalin baik dan mereka nyaman dengan kehadiran Anda.

Penulis: /WEB

Sumber:MSN