Bermain di luar ruang penting untuk perkembangan motorik anak dan perkembangan otak anak.
Jamak diketahui, bermain bagi anak-anak adalah bagian penting untuk tumbuh kembang.

Bermain, selain baik untuk perkembangan fisik, juga baik untuk perkembangan otak.

Dengan bermain, bukan hanya berarti kegiatan bersama dalam kegiatan olahraga, bukan pula berarti bermain di depan layar televisi dan bermain video games.

Bermain yang dimaksud adalah bermain sehat, dalam arti, aktivitas menggunakan tubuh dan pikiran dengan aktif, dan aktivitas-aktivitas alami lain yang dilakukan oleh anak-anak.

Jenis-jenis permainan yang membangun kemampuan berpikir kreatif, penggunaan imajinasi, bekerja di dalam tim, dan membuat juga mengikuti aturan-aturan permainan.

Anak-anak butuh waktu tak terstruktur untuk membangun, menciptakan, dan berfantasi.

Berikut ini 5 cara anak-anak bertumbuh dan berkembang melalui permainan:

Main peran
Entah itu bermain tembak-tembakan dalam sebuah lakon perang, atau bermain rumah-rumahan, ada banyak yang terjadi dalam pikiran anak saat ia bermain peran.

Bermain peran menggunakan banyak bagian dari otak, seperti bahasa, pergerakan, emosi, dan berpikir.

Bermain peran juga membantu anak belajar bagaimana cara sesuatu bekerja dan tempat suatu hal di dunia, serta membuat mereka mengeksplorasi beragam peran baru.

Periset menunjukkan, anak-anak yang sering bermain peran memiliki pola pikir yang lebih kompleks (abstrak) dan lebih sosial.

Bermain blok
Bermain blok tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberi efek jangka panjang bagi pola belajar anak.

Dalam suatu studi terhadap anak-anak prasekolah yang bermain dengan blok didapati memiliki angka lebih tinggi dalam pelajaran matematika. Terdapat pula studi yang menemukan, bermain dengan blok atau permainan konstruksi, mendorong kemampuan memecahkan masalah pada anak-anak.

Permainan papan
Permainan papan, seperti halma, ular tangga, maupun monopoli mengajarkan anak-anak mengenai mengenai aturan, pengambilan keputusan, bergiliran, serta kemampuan sosial.

Permainan semacam in juga membantu anak melatih kemampuan matematika dasarnya, seperti berhitung, juga pengenalan warna dan bentuk.

Main saat istirahat
Saat waktu istirahat di sekolah juga adalah waktu anak belajar dalam bentuk yang berbeda.

Studi menemukan, anak-anak yang belajar terus menerus tanpa istirahat menjadi sulit untuk berkonsentrasi. Saat ada waktu istirahat di tengah-tengah waktu belajar, mereka jadi lebih fokus belajar.

Waktu istirahat juga memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi anak lewat aktivitas bersama.

Menciptakan permainan baru, menciptakan aturan, dan mencari cara untuk melerai pertikaian adalah bentuk lain anak untuk belajar.

Bermain di luar ruang
Saking banyaknya permainan elektronik yang membuat anak malas keluar ruang, anak-anak jadi kehilangan kesempatan untuk menikmati serunya bermain panjat pohon, melompat, atau berlari mengejar angin.

Bermain di luar ruang bisa mendorong kemampuan akademik anak, serta memperbaiki sikap anak-anak.

Studi menunjukkan, berada di luar ruang mendorong imajinasi anak-anak dan menekan tingkat stres anak.

Anak-anak yang sering bermain di luar ruang memiliki kemampuan tinggi dalam berpikir kritis, matematika, membaca, dan bertingkah lebih baik.

Anak-anak yang jarang bermain di luar ruang juga kurang baik dalam nilai sains di sekolahnya. Jadi, meski Anda tinggal di kota, jangan lupa untuk ajak anak bermain di taman untuk permainan luar ruang.


Penulis: /WEB

Sumber:momshomeroom