Ilustrasi makanan untuk anak hiperaktif
Makanan dengan kandungan gula dan karbohidrat bisa mempengaruhi suasana hati.

Sejumlah pakar merekomendasi untuk memperhatikan makanan bagi anak karena ternyata ada sejumlah makanan yang membuat mereka menjadi hiperaktif, berang, atau mudah marah.

Bagaimana makanan bisa berefek pada perilaku anak? Anak yang makan makanan tinggi kandungan gula atau karbohidrat kompleks seperti nasi putih dan produk-produk tepung putih bisa mengalami turunnya glukosa darah yang mempengaruhi suasana hati mereka.

“[Makanan ini] bisa memicu naiknya hormon 'stres' seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini bersifat 'fight or flight' yang membuat kita menjadi gelisah, mudah tersinggung, dan cemas – sudah pasti bukan sesuatu yang kita inginkan terjadi pada anak-anak kita yang masih kecil yang pada dasarnya sudah memiliki karakter tidak bisa diam,” ujar Dr. Ann Kulze, M.D dari www.dranns10steps.com.

Kulze mengatakan bahwa dari seluruh organ di tubuh, “Otak adalah yang paling sensitif dan paling diskriminatif dalam hal kebutuhan nutrisi.” Karena itu otak perlu mendapatkan pasokan yang konstan dan tetap atas gula darah dan asam amino, vitamin, mineral, dan asam lemak penting lainnya.

Beralih dari makanan proses ke makanan alami
“Bahan tambahan makanan dan pewarna artifisial membuat sistem saraf menjadi overaktif,” kata Dr. Jennifer Greenfield, dari Center for Chiropractic Wellness. “Makanan yang memiliki kalsium dan magnesium, seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, bisa menenangkan,” tambah Greenfield.

Para peneliti secara berkelanjutan melihat pada bagaimana pewarna makanan dan pengawet mempengaruhi hiperaktivitas pada anak-anak dan pakar seperti Kulze menyarankan makan sebanyak mungkin makanan natural dan menghindari makanan pabrikan.

Pilihan makanan yang menenangkan
Beberapa pilihan makanan ringan untuk anak yang direkomendasikan Kulze adalah oatmeal instan, granola bars, telur omega-3, smoothies buah dengan gandum, dan cokelat pekat.


Penulis: