4 dari 10 Menantu Perempuan Tidak Akur dengan Ibu Mertua

Ilustrasi pertengkaran antara menantu dan mertua perempuan. (thirdage)

Oleh: | Selasa, 13 November 2012 | 17:48 WIB
Kebanyakan masalah muncul seputar cara membesarkan anak.

Empat dari 10 perempuan di Inggris memiliki hubungan tak akur dengan ibu mertuanya, menurut sebuah riset terbaru. Sebuah survei terbaru menemukan bahwa jutaan perempuan mendapati dirinya dalam hubungan tidak harmonis dengan ibu mertuanya terhadap apa pun dari gaya hidup, fashion, hingga bagaimana membesarkan anak.

Hasil suurvei ini juga memperlihatkan bahwa satu dari 10 perempuan menjadi tidak berbicara dengan ibu mertua mereka setelah mengalami hubungan buruk itu.

Berbagi opini terhadap bagaimana membesarkan anak adalah hal paling sering memicu pertengkaran, diikuti dengan tindakan seolah-olah masing-masing tahu apa yang terbaik bagi anak-anak.

Secara konstan, kalimat seperti ini, “Kalau aku dulu, kami melakukannya dengan cara ini...” juga menjadi pernyataan paling banyak muncul, dan sembari menambahkan semua hal-hal baik dari anak lelakinya dan karena jika tidak baik, mana mungkin menantu perempuannya menikahi anak lelakinya.

Pandangan terhadap berat badan dan selera busana juga menimbulkan friksi.

Penelitian ini juga mendapati bahwa 41 persen perempuan telah meminta pasangan mereka untuk bicara dengan ibunya atas sesuatu yang pernah diucapkan atau dilakukan ibunya.

Hampir satu dari lima perempuan menolak bicara dengan ibu mertua setelah sesuatu yang diucapkan atau dilakukan ibu mertuanya membuat mereka marah.

Setengah dari perempuan dalam penelitian ini telah bertengkar dengan pasangan mereka tentang ibu mertua, dengan hampir empat dari 10 perempuan mengakui bahwa ibu mertuanya menjadikan hubungan dengan pasangan menjadi tegang.

Dalam kasus-kasus ekstrem, sebagian bahkan menjadi berpisah karena ibu mertua dan 15 persen lainnya mulai berada di ujung akhir hubungan.

“Banyak hal yang baik tentang ibu mertua, seperti mereka selalu ada membantu mengasuh anak. Namun sepertinya keberadaan mereka juga menekan menantu perempuannya terutama dalam menekankan maksud mereka. Membesarkan anak selalu menjadi sumber konflik,” ujar juru bicara OnePoll, yang melakukan penelitian terhadap 200 perempuan dewasa di Inggris.



Sumber:
ARTIKEL TERKAIT