Konsumen Harus Pahami Keamanan Produk Herbal

Konsumen Harus Pahami Keamanan Produk Herbal
Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Ina Rosalina SpA bersama Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, di pabrik Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (6/12). ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefi Thenu / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 16:57 WIB

Semarang - Masyarakat sebagai konsumen harus diberikan kesadaran dan pemahaman yang benar tentang keamanan produk herbal khususnya jamu tradisional.

"Kesadaran dan pemahaman itu sangat penting seiring merebaknya obat-obat herbal dan jamu tradisional. Biar mereka paham apa saja bahan bakunya dan apa produk yang dikonsumsinya aman bagi tubuh," ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Ina Rosalina SpA, saat memimpin rombongan berkunjung ke pabrik Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (6/12).

Rombongan berjumlah 50 orang itu melihat proses pembuatan jamu Tolak Angin, laboratorium dan agrowisata Sido Muncul.

Menurut Ina, sebelumnya mereka juga melihat kebun tanaman obat tradisional di Tawangmangu, dan dilanjutkan ke pabrik Sido Muncul. "Sebagai regulator, kunjungan ini sebagai bagian program peningkatan kapasitas bagi para staf kami untuk memastikan seluruh proses produksi obat herbal mulai dari penanaman, penyimpanan, pengolahan, laborat hingga dijual kepada konsumen, semua harus betul-betul dijamin keamanannya," tambahnya.

Menurut Ina, dengan maraknya obat tradisional di masyarakat, pemerintah juga terus melakukan pemberdayaan dan sosialisasi tentang pentingnya keamanan produk.

"Bagaimana masyarakat dapat mengetahui produk yang dikonsumsinya aman. Kami juga menyosialisasikan pentingnya memiliki Taman Obat Keluarga, sebagai upaya pemeliharaan kesehatan mandiri," ujarnya.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut. Menurut Irwan, sebagai regulator, pihak Kemenkes dapat melihat langsung proses produksi jamu dan obat herbal yang ada di Sido Muncul.

"Kami salalu terbuka pada siapapun untuk datang ke pabrik kami. Sebagai produsen, kami tunduk dan patuh 100 persen pada apa yang menjadi regulasi pemerintah," ujar Irwan yang menyebut dalam sebulan pabriknya dikunjungi 7.000 hingga 8.000 orang dari berbagai kalangan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE