Ilustrasi rokok.

Jakarta - Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) menilai tuduhan Ketua Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Hakim Sorimuda Pohan, yang mengatakan dalam filter rokok yang digunakan di Indonesia terkandung darah babi adalah kebohongan publik yang disengaja.

Sekjen Gappri Hasan Aoni Aziz US menyatakan, hanya satu persen kemungkinan seorang berpendidikan tinggi seperti Hakim Sorimuda melakukan kesalahan kutip secara tidak sengaja.

“Jadi, 99 persennya memang sadar mengutip secara salah. Ini kebohongan publik yang disengaja,” kata Hasan di Jakarta hari ini.

Menurut Hasan, isu darah babi pada filter rokok pernah muncul di Indonesia pada 2010 bersamaan di Australia.

Merespon isu tersebut,Lembaga Penelitian, Pengkajian Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) melakukan penelitian terhadap filter rokok yang beredar di Indonesia, baik dalam negeri maupun impor.

“Hasil riset LPPOM MUI terhadap filter rokok yang beredar di Indonesia, tidak ada yang mengandung darah babi, dan itu sudah dirilis resmi MUI. Kesimpulan penelitian LPPOM MUI sebenarnya menjadi jawaban atas tudingan yang tidak benar ketika itu,” ungkap Hasan.

Sebagaimana diberitakan, Hakim Sorimuda membuat pernyataan itu dalam kampanye anti-rokok yang dihadiri ratusan PNS, pengelola hotel, restoran dan pengelola tempat-tempat umum, dan dihadiri Walikota di Banjarmasin (26/6) lalu.
Hakim menyatakan hal itu setelah mengutip pernyataan Profesor Kesehatan Masyarakat Universitas Sydney, Simon Chapman. Simon sendiri merujuk dari hasil riset Christien Meindertsma, peneliti dari Eindhoven, Belanda. Dengan merujuk pernyataan Simon, Hakim mengatakan terdapat 185 perusahaan rokok di negara itu (Belanda) yang menggunakan hemoglobin (Hb) babi sebagai bahan pembuat filter rokok.

Hasan meyakini hanya ada dua kemungkinan kesalahan, yaitu Hakim Sorimuda yang salah mengutip, atau dua-duanya (Hakim dan Simon Chapman) salah mengutip hasil riset Meindertsma.

“Jangan-jangan Komnas PT sudah kehilangan isu, sehingga memilih cara-cara yang tidak patut,” tambah Hasan.

Menjawab pertanyaan, apakah dengan statement Ketua Komnas PT itu pihak industri akan melakukan langkah hukum? Dalam dialog di salah satu stasiun TV (28/6), Hasan mengatakan asosiasi pengusaha rokok di bawah Gappri sudah meminta melakukan langkah hukum.

“Kami akan mengadukan Komnas PT ke jalur hukum jika tidak mencabut pernyataannya,” katanya.

Penulis: INA/AF