Ilustrasi pil kontrasepsi.

Jakarta - PT Indofarma Tbk (INAF) berencana memproduksi pil kontrasepsi atau pil KB (Keluarga Berencana) khusus untuk pria. Pil KB khusus untuk pria ini merupakan yang pertama di dunia.

Direktur Utama (Dirut) PT Indofarma, Elfiano Rizaldi, mengaku bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Universitas Airlangga dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) untuk memproduksi secara massal pil kontrasepsi khusus pria tersebut. Produksi itu menurutnya dapat mulai dilakukan pada tahun depan.

"Produksinya kita belum tahu. Tahun ini kita masih akan lakukan di skala laboratorium. Tahun depan kita mulai produksi. Kita lihat dulu tanamannya," ujar Elfiano, di Jakarta, Selasa (28/5).

Menurut Elfiano, nantinya setelah diproduksi, pil ini terlebih dahulu akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan BKKBN. Namun ke depannya, menurut dia, pihaknya juga berminat untuk mengekspor pil tersebut.

Investasi untuk pil kontrasepsi khusus pria itu sendiri, menurut Elfiano, tidak membutuhkan dana yang besar. Pihaknya hanya butuh merenovasi pabrik herbal miliknya dengan investasi sekitar Rp15 miliar. Selain itu, tentunya dibutuhkan ketersediaan bahan baku, yakni tanaman Ganda Rusa.

"Investasinya belum dihitung skalanya. Tapi sekarang kita sedang renovasi pabrik obat herbal sekitar Rp15 miliar. Itu (pil kontrasepsi) bagian dari itu. Tidak butuh alat baru. Untuk tanaman sendiri, kita tentunya harus bekerja sama dengan petani," jelasnya.

Tahun ini sendiri, menurut Elfiano, pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp123 miliar, di mana sekitar Rp15 miliar dipergunakan untuk merenovasi pabrik herbal, serta sisanya digunakan untuk merenovasi pabrik lainnya, menambah mesin, dan menerapkan regulasi cara produksi obat yang baik.

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga yang meneliti pil kontrasepsi tersebut, Bambang Prajogo menjelaskan, pil KB ini sebenarnya telah dikembangkan sejak tahun 1987, serta sudah lulus uji klinis, sehingga siap diproduksi massal. Pil ini menurutnya, merupakan yang pertama di dunia, serta diharapkan dapat dipasarkan juga ke luar negeri.

Menurut Bambang, China semula juga meminati untuk membeli hak paten pil KB tersebut, bahkan siap berinvestasi sekitar US$5 miliar. Namun akhirnya, menurut dia, pihaknya lebih memilih mematenkan sendiri dan bekerja sama dengan Indofarma. Artinya dengan demikian, China pun kelak akan harus membeli pil tersebut melalui Indofarma.

Investor Daily

Penulis: NTI

Sumber:Investor Daily