Ilustrasi Pria Tanpa Bulu Dada

Berdasar hasil penelitian terbaru di Amerika Serikat, makanan yang mengandung antioksidan tinggi dipercaya dapat membuat pria usia paruh baya memiliki kualitas sperma yang lebih baik.

Berdasar studi mereka, peneliti berhasil menemukan bahwa kalangan laki-laki yang berusia 45 tahun ke atas dengan asupan Vitamin C dan E, folat, dan zinc lebih banyak, memiliki kecenderungan pemisahan galur DNA dalam spermanya.

Seperti diketahui, pemisahan galur merupakan cara untuk mengukur kualitas genetik sperma untuk kalangan laki-laki paruh baya, yang selama ini dikenal oleh kalangan ahli kesehatan.

Menurut kalangan peneliti, makanan dengan nutrisi yang seimbang ternyata tidak cukup bermanfaat tanpa tambahan asupan antioksidan tertentu.

Untuk kalangan laki-laki berusia 45 ke atas, disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi Vitamin C (banyak terdapat dalam cabai merah, jeruk, cabai hijau dan tomat) agar kualitas galur DNA dalam spermanya tetap terjaga.

Hasil temuan tersebut beriringan dengan hasil penelitian lain yang menyatakan kalangan laki-laki yang rajin mengonsumsi vitamin E (terdapat dalam kacang-kacangan, bayam dan brokoli), dan zinc (tersedia berlimpah di makanan laut, daging merah, buncis, kacang-kacangan, dan produk susu), memiliki standar kerusakan DNA sperma yang lebih kecil.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:Allwomenstalk