Ilustrasi kesibukan para pekerja.

Perempuan dan pria pekerja harus berpikir ulang tentang jadwal kerja mereka. Ini penting untuk dipertimbangkan karena sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa bekerja di malam hari dapat meningkatkan risiko kanker.

Penelitian yang dilakukan The International Agency for Research on Cancer (IARC) menunjukkan, bahwa perempuan berada pada risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium jika bekerja di malam hari, terutama yang berusia 50 tahun ke atas.

Penelitian ini melibatkan 3.322 perempuan sehat dan memiliki kanker ovarium. Usia mereka sekitar 35-74 tahun. Mereka juga ditanya tentang jam kerja sehari-hari, termasuk pengalaman melakukan pekerjaan di malam hari.

Para peneliti juga mengatakan, bahwa peningkatan risiko kanker ovarium terjadi lantaran bekerja di malam hari mengganggu irama kerja tubuh. Kondisi ini tentu saja bisa memicu pertumbuhan sel yang awalnya normal menjadi abnormal. Sel-sel yang abnormal inilah yang menjadi penyebab munculnya kanker.

Seperti dilansir Science Daily, penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine.

Sebelumnya, ada juga penelitian yang menggambarkan bahwa bekerja di malam hari bisa meningkatkan risiko kanker payudara bagi perempuan.

Tak hanya itu, kaum pria yang sering bekerja di malam hari juga berpeluang mengalami risiko kanker prostat.

Hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Quebec, Kanada, menemukan bahwa pria yang sering bekerja di malam hari memiliki risiko tiga kali lebih besar terkena kanker prostat.

Selain itu, seperti dilansir Daily Mail, mereka juga memiliki risiko lebih besar terkena kanker jenis lain yang menyerang kandung kemih, usus, dan paru-paru.

Penulis: Ririn Indriani

Sumber:Science Daily, Daily Mail