Ilustrasi buah aprikot.
Syed Putra Meir, praktisi pengobatan alternatif pakar kanker dari Malaysia, dalam Kampanye Anti Penyakit Abad 21 yang diselenggarakan oleh  PT Jobless Millionaire International (JMI), Rabu (27/3), di Ritz Carlton, Jakarta.

Jakarta - Vitamin B17 yang dikenal juga dengan sebutan Amygdalin, ternyata adalah salah satu bahan alami yang dapat menyembuhkan kanker. Hal itu terungkap dalam acara "Kampanye Anti Penyakit Abad 21" yang diselenggarakan oleh PT Jobless Millionaire International (JMI), Rabu (27/3), di Ritz Carlton, Jakarta.

Dalam acara itu, Syed Putra Meir, praktisi pengobatan alternatif pakar kanker dari Malaysia menjelaskan, vitamin B17 bisa memecah sel kanker. Disebutkan, vitamin tersebut memiliki sebuah komponen berbahaya yaitu sianida, yang terkunci jauh di dalamnya. Sianida itu dapat terbebas bila terdapat kontak dengan sel kanker yang memiliki Beta-Glucosidase.

Dijelaskan lagi, sianida yang bebas itu kemudian menghancurkan sel-sel kanker, dengan cara bereaksi secara alami dan menimbulkan enzim Rhodenase untuk memeroleh Theocyanate yang membantu mengantur tekanan darah dan juga meningkatkan produksi vitamin B12.

"Enzim tripsin (yang dihasilkan tubuh) masuk ke dalam, dia (kanker) dibongkar dan vitamin B17 membunuh kanker," jelas Syed.

Syed Putra menyebutkan, vitamin B17 itu sendiri dapat ditemukan di berbagai bahan makanan, tepatnya di hampir 1.200 jenis buah-buahan, antara lain seperti alpukat dan apel. Namun, buah aprikot diketahui memiliki kandungan yang paling tinggi.

Dikatakan pula bahwa aprikot di daerah Hunza, Pakistan, memiliki kandungan vitamin B17 yang sangat besar. "Di Hunza, umur penduduknya 100 tahun ke atas. (Bahkan) Perempuan usia 80 masih bisa melahirkan," jelasnya.

Sayangnya, menurut Syed pula, biji aprikot tidak bisa dikonsumsi begitu saja. Biji ini perlu diproses dulu. "Makan tujuh aprikot tanpa diproses akan menyebabkan keracunan. Harus ada proses. Kalau berlebihan makan, dia akan ada masalah di hati, ginjal, lung cancer," jelasnya.

Sementara itu, pengobatan kanker menggunakan vitamin B17 seperti yang dilakukan Syed, juga tidak hanya mengandalkan vitamin ini. Perlu ada diet yang mengimbanginya.

"Saya perlu tahu dulu hasil blood test komplit, untuk menentukan penyakitnya, baru bisa memutuskan apa penyakit dan pengobatannya," jelas Syed yang disebutkan berhasil bertahan dari tiga kanker.

Dr.Phaidon L Toruan, konsultan gizi dan kesehatan untuk tim Olimpiade, mengaku juga sependapat dengan Syed Putra Meir. Ia mendukung bahwa vitamin B17 memiliki manfaat anti kanker dan bisa mematikan tumor.

Beracun
Konon, dalam berbagai penelitian sebelumnya, vitamin B17 ini dikatakan beracun dan tidak efektif menangani kanker. Menanggapi hal tersebut, Phaidon pun mengatakan bahwa sebetulnya ada banyak cara menyembuhkan kanker. Salah satunya ialah melalui cara alternatif seperti yang dilakukan Syed.

"(Nilai) Industri kanker mencapai US$250 miliar dalam setahun. Kalau ada penyembuhan kanker dengan harga yang lebih murah, bagaimana industri ini akan bertindak?" jelasnya, sambil menjelaskan bahwa banyak penelitian kanker diisi oleh industri farmasi.

"Banyak penelitiannya tentang menyembuhkan kanker, tapi kenapa tingkat penderitanya banyak bertambah? Kenapa nggak ada penelitian tentang prevent cancer? It's all about curing cancer, tapi nggak pernah prevent cancer," kritiknya lagi.

Phaidon mengatakan, penelitian tentang vitamin B17 dan kanker ini sendiri pernah dilakukan, namun justru lebih banyak (berisikan) bantahan.

"Dokter Sugiura melakukan penelitian tentang vitamin ini, dan ternyata sangat berguna untuk menyembuhkan. Namun (ternyata hasilnya) sangat keras dibantah oleh para onkologi," jelasnya.

"Kalau begitu, berarti di belakangnya banyak 'jurig'," kata Phaidon pula.

 

Penulis: Yosie Sesbania