Ilustrasi alat-alat yang digunakan dokter gigi.

Houston, AS - Seorang dokter gigi di Kota Tulsa, negara bagian Oklahoma, AS, bernama W Scott Harrington diperkirakan membuat sekitar 7.000 pasiennya terpajan (terekspos) berbagai penyakit berbahaya, seperti hepatitis B, hepatitis C, hingga HIV, demikian dilaporkan beberapa media setempat, Kamis (28/3).

Sebanyak 7.000 pasien yang pernah dirawat Harrington sejak tahun 2007 didesak memeriksakan diri untuk penyakit-penyakit berbahaya, seperti HIV dan hepatitis atas kasus yang sedang berlangsung di Dewan Kedokteran Gigi negara bagian itu.

Harrngton memiliki banyak pasien yang didiagnosis menderita hepatitis bahkan HIV, demikian laporan Xinhua Jumat (29/3). Ia diduga telah melanggar peraturan kebersihan.

Penyelidikan mengenai praktek Harrington mendapati sejumlah pelanggaran peraturan keselamatan dan kesehatan State Dental Act, kata beberapa pejabat kesehatan setempat. Penyelidik dari Dewan Dokter Gigi dibantu petugas dari Biro Narkotika Oklahoma dan Dinas Pengawasan Obat Amerika Serikat (DEA) mengenai pemeliharaan, pengawasan, dan penggunaan obat di tempat praktek Harrington.

Harrington menghadapi 17 tuduhan dari Dewan Dokter Gigi Oklahoma akibat pelanggaran kesehatan dan keselamatan yang diajukan terhadap kegiatan prakteknya, kata jejaring berita News6.com.

Sementara itu, dikabarkan situs berita Medical Daily, Jumat (29/3), Juru Bicara Tulsa Health Department Kaitlin Snider mengatakan, Harrington sudah menjalankan praktek dokter giginya selama 36 tahun, namun belum diketahui pasti berapa lama kesalahan dalam prosedur keamanan telah dilakukannya.

Diperkirakan, mesin untuk mensterilisasi alat di ruang praktek Harrington dalam keadaan rusak, sehingga mengakibatkan kontaminasi serta menyebarkan penyakit antarpasiennya. Ia dituduh tidak membersihkan alat-alat kedokterannya dengan baik setelah menangani pasien --yang diketahuinya-- terjangkit penyakit berbahaya.

Saat ini sang dokter gigi dalam penyelidikan dan menghadapi kemungkinan kehilangan izin praktek. Ia dijadwalkan menghadiri sidang perdana pada tanggal 19 April mendatang.

Kasus ini terendus ketika petugas kesehatan setempat sedang mengadakan penyelidikan mengenai perkembangan penyakit Hepatitis C di area tersebut. Mereka mendapati, alat-alat yang digunakan Harrington sangat berpotensi menyebarkan penyakit karena tidak dibersihkan dengan baik.

Penulis: /NAD

Sumber:Medical Daily, Foxnews, Antara