Ilustrasi dua anak sedang menggambar di aspal.

Amerika - Aspal yang dilapisi dengan tar batubara dapat meningkatkan risiko kanker.

Demikian hasil studi terkini yang dipublikasi dalam jurnal Environmental Science & Technology.

Potensi tertinggi ancaman tersebut, kata peneliti, mengenai pada anak-anak. Tar batubara yang merupakan produk sampingan dari produksi baja adalah bahan yang umum digunakan untuk melapisi aspal.

"Hal ini dapat membuat aspal terlihat seperti baru. Biasanya yang paling sering digunakan untuk tempat parkir, "kata peneliti, Barbara Mahler, ahli hidrologi dari US Geological Survey di Austin, Texas, seperti dilansir Health.

Masalahnya adalah, lanjut dia, lapisan hitam mengkilap itulah yang menjadi sumber bahan kimia penyebab kanker (karsinogen) yang disebut hidrokarbon aromatik polisiklik .

"Ketika ban bergesekan dengan aspal, terjadilah proses memecah partikel kecil seperti debu," kata Mahler.

Debu ini, lanjut dia dapat dibawa ke rumah setelah menempel pada sepatu dan tangan.

Studi sebelumnya juga telah menemukan tingkat tinggi dari hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dalam debu yang ditemukan di rumah.

Dalam studi terbaru itu, peneliti membandingkan PAH dalam debu rumah dengan 23 apartemen di Austin. Sekitar setengah dari apartemen yang berpartisipasi dalam penelitian ini berada di dekat tempat parkir yang menggunakan aspal yang dilapisi tar batubara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di dekat aspal yang dilapisi tar batubara 38 kali lebih berisiko terkena kanker. Kebanyakan dari risiko ini muncul di masa kecil.

Studi ini menemukan bahwa 50 persen risiko kanker yang disebabkan oleh tar batubara di aspal diperoleh dalam enam tahun pertama kehidupan. Sekitar 80 persen risiko kanker juga terjadi pada orang di bawah usia 18 tahun.

Hal ini karena anak-anak memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang dewasa. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu di dekat tanah, dan mereka sering memasukkan apa pun ke dalam mulut mereka, seperti tangan atau mainannya.

Untungnya, ada alternatif untuk menggantikan tar batubara dengan sesuatu yang lebih aman yang dibuat dengan aspal emulsi. Jenis tar sering digunakan di negara-negara Barat.

Penulis: Ririn Indriani

Sumber:Health