Dua staff Pusat Penanganan Penyakit Taiwan di Bandara  Sungshan, (4/4) tengah memantau penumpang pesawat. Hingga 4 April 2013, tercatat tiga orang meninggal akibat virus flu burung baru H7N9

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyiapkan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di bandara dan pelabuhan laut internasional sebagai antisipasi penularan wabah flu burung jenis baru H7N9 yang melanda China.

"Kita sudah mengecek dan semua peralatan dalam keadaan siap. Hanya saja, memang ada kesepakatan WHO dengan negara kawasan Asia Tenggara untuk belum mengaktifkan alat itu saat ini," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (29/4).

Menurut Tjandra, keputusan untuk mengaktifkan alat pemindai suhu tubuh itu akan dievaluasi dari waktu ke waktu. Namun, dia menyatakan Kemenkes sudah siap untuk melakukan pengecekan di bandara dan pelabuhan internasional jika dinilai perlu.

Selain menyiapkan "thermal scanner", Kemkes juga menyiagakan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta memasang "banner" dan poster peringatan kesehatan di seluruh bandara dan pelabuhan.

Dinas Kesehatan di seluruh provinsi, kata dia, juga telah diminta untuk siaga mengamati kemungkinan munculnya kasus flu burung di wilayahnya, termasuk bagi jenis baru H7N9.

"Saya telah mengirimkan beberapa kali surat edaran dan meng-'update' situasi dari waktu ke waktu. Dinas kesehatan juga diminta untuk mengecek logistik yang ada, seperti APD dan oseltamivir," kata Tjandra.

Kemkes juga terus melakukan pembaruan informasi mengenai perkembangan pengetahuan, pencegahan, dan penanggulangannya kepada dinas kesehatan daerah untuk diteruskan ke fasilitas layanan kesehatan di daerah masing-masing.

Rumah sakit juga diminta untuk mempersiapkan sarana dan prasarana serta mewaspadai bila ada kejadian infeksi saluran pernafasan akut (SARI/severe acute respiratory infection) yang tidak jelas penyebabnya dan agar ditangani dengan saksama.

"Rumah sakit juga diminta melaporkan kasus-kasus yang dicurigai ke Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan," kata Tjandra.

Kementerian Kesehatan juga mulai melakukan kegiatan pemantauan bagi kasus penyakit menyerupai influenza (ILI/influenza like ilness) dan SARI dengan ketat serta melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk surveilans terhadap hewan.

"Kami juga berkoordinasi dengan Sekertariat Komnas Zoonosis dan menerima komunikasi dari markas pusat WHO di Jenewa dan Perwakilan WHO Jakarta tentang perkembangan situasi dari hari ke hari," kata Tjandra.

Di China, jumlah kasus H7N9 masih terus dilaporkan oleh beberapa daerah serta negara tetangga Taiwan juga mulai menemukan kasus tersebut di negaranya.

Perkembangan teknologi transportasi yang pesat telah membuat virus flu burung dapat berpindah dengan cepat dari suatu negara ke negara lain sehingga memang perlu dilakukan tindakan antisipasi bagi penularan virus tersebut.

Penulis: /NAD

Sumber:Antara