Manado - Umur harapan hidup di Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 72,33 tahun, dari target secara nasional 65 tahun.

"Hal ini tidak lepas dari peran pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas dalam memberikan pembinaan terhadap bagaimana berperilaku hidup sehat. Dari sini masyarakat termotivasi menjadikan kesehatan sebagai sebuah budaya," kata Wakil Gubernur Provinsi Sulut, Djouhari Kansil di Manado, Minggu (19/5).

Dia mengatakan, pembangunan kesehatan di daerah ini tidak bisa dipisahkan dari target global yaitu "Millenium Development Goal's" (MDG's) yang memberikan standar atau target capaian antarnegara termasuk Indonesia.

Untuk mencapai target-target tersebut, pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas yang telah dibangun.

"Peran Puskesmas ini diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, efisien dan efektif," katanya.

Wagub mengatakan, selain capaian umur harapan hidup, beberapa target MDG's tahun 2015 yang terus dimaksimalkan yaitu angka kelahiran bayi (AKB) sebanyak tujuh dari 1.000 kelahiran hidup, angka kematian ibu (AKI) sebanyak 102 per kelahiran hidup serta menekan angka gizi buruk sebesar 0,05 persen.

Pada tahun 2012, untuk AKI capaian 23 per 1.000 kelahiran hidup, sementara untuk gizsi buruk telah berada di atas target yaitu 0,05 persen dari target 5 persen.

"Capaian-capaian ini erat kaitannya dengan akses yang semakin terbuka ke pusat-pusat pelayanan kesehatan yang dibangun di masing-masing daerah. Masyarakat semakin mudah menjangkau pusat-pusat layanan kesehatan termasuk Puskesmas," katanya.

Karena itu mantan kepala dinas pendidikan nasional Sulut ini memberikan apresiasi kepada semua pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, TP-PKK, KNPI serta pemerintah kabupaten dan kota yang telah memberikan dukungan terhadap capaian-capaian kesuksesan ini.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara