Ilustrasi gigi yang sehat.

Jakarta - Setelah sukses menyelanggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di 2012, Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi) kembali mengadakan edukasi dan perawatan gigi gratis di berbagai kota di Indonesia. Acara ini juga untuk memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional yang jatuh pada 16 September.

BKGN 2013 ini merupakan keempat kalinya dilaksanakan. Dimulai pada empat tahun lalu, BKGN telah menjangkau lebih dari 100.000 orang melalui edukasi dan perawatan gigi gratis.

"Tahun lalu kita melaksanakan BKGN di 12 Fakultas Kedokteran dari universitas-universitas di Indonesia. Antusiasme masyarakat sangat baik terlihat dari 34.400 pasien yang datang dan mendapat edukasi serta perawatan gigi di BKGN 2012", ujar Profesional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk Ratu Mirah Afifah pada jumpa pers BKGN 2013 di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Senin (2/9).

Mirah mengatakan, BKGN 2013 akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai 12 September hingga 20 November di beberapa universitas di Jakarta dan kota-kota lain.

Tema yang dipilih tahun ini adalah "Berikan Senyum Sehat Anak Anda Demi Kesuksesan Masa Depan Mereka".

"Tema itu dipilih karena masih banyak orang khususnya orang tua yang meremehkan gigi susu pada anak. Bila ada masalah pada gigi susu anak mereka tidak khawatir karena nanti akan diganti oleh gigi permanen. Padahal, perawatan pada gigi susu sangat penting", kata ketua Afdokgi Eky S Soeria Soemantri.

Menurutnya anak yang memiliki gangguan pada gigi susunya harus segera ditangani karena dampaknya bisa panjang sampai dia dewasa dan menjalar kemana-mana.

"Logika saja bila anak merasa ada yang sakit atau tidak nyaman dengan giginya tentu dia akan kurang makan. Asupan gizi dan masalah pencernaan (karena tidak mengunyah makanan dengan baik) bisa dia alami", lanjutnya.

Namun, Zaura Rini Anggraeni, Ketua Umum PB PDGI, juga mengatakan, bila permasalah pada gigi susu tidak segera ditangani bisa menimbulkan infeksi pada gusi yang bisa menjalar ke tenggorokan juga.

"Email pada gigi anak sangat tipis sehingga bakteri mudah masuk dan gigi juga jadi mudah terkikis", imbuh Zaura.

Selain itu, pada BKGN 2013 mendatang para dokter gigi akan memberikan masukan dalam merawat gigi susu anak atau mencegah masalah pada gigi susu, seperti contohnya memperkenalkan penambalan fissure sealant.

"Penambalan fissure sealant diperuntukan untuk gigi graham anak yang tidak berlubang atau baru tumbuh. Penambalan tersebut untuk membuat permukaan gigi graham menjadi rata agar anak bisa mudah membersihkan gigi", ujar Mirah.

Menurutnya anak-anak cenderung tidak menyikat gigi dengan baik, sehingga tidak menjangkau ke semua sela-sela gigi.

"Dengan diberi penambalan fissure sealant tentu bagian yang sulit terjangkau bisa teratasi. Pengetahuan ini masih belum diketahui banyak orang tua", tandasnya.

Dengan begitu, BKGN 2013 ini tidak hanya akan memfokuskan kepada perawatan gratis, tetapi juga edukasi untuk para anak dan orang tua ataupun calon orang tua, mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi susu.

BKGN 2013 akan dilaksanakan di universitas-universitas di berbagai kota di Indonesia seperti Universitas Hasanuddin, Makasar (12-14 September), Universitas Baiturahman, Padang (16-18 September), Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (19-21 September), Universitas Mahasaraswati, Bali (23-25 September), Universitas Muhammaddiyah, Yogyakarta (26-28 September), Universitas Soedirman, Purwokerto (30 September-2 Oktober), Universitas Moestopo (B), Jakarta (3-5 Oktober), Universitas Indonesia, Jakarta (7-9 Oktober), Universitas Islam Sultan Agung, Semarang (10-12 Oktober), Universitas Padjajaran, Bandung (21-23 Oktober), Universitas Airlangga, Surabaya (23-25 Oktober), Universitas Trisakti, Jakarta (28-30 Oktober), Universitas Jember (31 Oktober-2 November), Universitas Sam Ratulangi, Manado (6-8 November), Universitas Sumatera Utara, Medan (11-13 November), Universitas Syah Kuala, Aceh (14-16 November) dan Universitas Hang Tuah, Surabaya (18-20 November).

Penulis: Kharina Triananda/YS