Ilustrasi: Cuci tangan pakai sabun mencegah Anda dari berbagai penyakit.
Infeksi masih merupakan salah satu penyebab kematian utama di rumah-rumah sakit Indonesia dan di fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, masih banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang masih menyediakan layanan di bawah standar sehingga baik pasien, petugas kesehatan, maupun pengunjung rumah sakit, semua berisiko untuk tertular penyakit infeksi.

"Kalau di negara maju seperti Amerika Serikat, kemungkinan infeksi di fasilitas kesehatannya hanya satu persen. [Sementara] di Asia, termasuk Indonesia, kemungkinannya 40 persen," ujar Endang pada seminar sehari Patient Safety dan Pencegahan Pengendalian  Infeksi, hari ini.

Untuk menurunkan angka kematian karena infeksi, Kemenkes sedang menggalakkan program Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI).

Dalam program PPI, rumah sakit harus memberikan layanan kesehatan yang berorientasi pada lima hal; keamanan pasien, keamanan petugas kesehatan, keamanan institusi, keamanan lingkungan, dan keamanan bisnis.

Ini berarti, rumah sakit harus memberi perhatian khusus dalam hal sanitasi, keamanan petugas dalam menggunakan jarum suntik, dan polusi akibat limbah rumah sakit.

Program PPI ini juga mewajibkan rumah sakit untuk memiliki Infection Prevention Control Nurse atau perawat yang khusus mencegah penularan infeksi. Perawat ini harus bekerja purnawaktu.

"Memang ini tantangan, saat ini kita memiliki lebih kurang 1.700 rumah sakit dan 10.000 Puskesmas. Diperkirakan, jumlah ini terus bertambah," ujarnya.

Menurut Endang, sudah semakin banyak rumah sakit yang menerapkan program PPI.

Hal konkret yang dapat dilakukan menurutnya adalah kepatuhan mencuci tangan. Dalam program ini petugas kesehatan wajib mencuci tangan tidak hanya dengan sabun tetapi juga dengan larutan alkohol yang diformulasikan khusus oleh World Health Organization.

Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan di Kemenkes, Chairul Rajab Nasution mengatakan, di tahun 2012, setiap rumah sakit yang ingin mendapatkan akreditasi dari pemerintah wajib menerapkan prinsip-prinsip program PPI.

Survei yang dilakukan Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Januari tahun lalu mengungkap hasil yang cukup mengejutkan.

Survei tersebut menemukan, hanya 60 persen perawat yang mencuci tangannya sebelum dan setelah melakukan kontak dengan pasien. Untuk dokter, angkanya bahkan lebih rendah, yaitu 50 persen.

"Ini masukan bagi dokter, mungkin dokter terlalu sibuk atau terlalu percaya diri, menganggap dirinya sudah bersih," ujar Endang.

RSCM sendiri sebelumnya telah mengatakan bahwa setelah survei tersebut pihaknya telah melakukan banyak perubahan dengan memasang fasilitas cuci tangan lebih banyak di sekitar rumah sakit.

Penulis: /WEB