President Director PT L'Oréal Indonesia, Jean Christophe Letellier dan Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, menandatangani MOU kerjasama program CSR Kesehatan di Gedung Kementerian Kesehatan, Senin (14/10).
Untuk memenuhi target MDGs di bidang HIV/AIDS.

Kementerian Kesehatan dan PT L'Oreal Indonesia bersama 19 perusahaan besar nasional lainnya menandatangani nota kesepahaman atau MOU (memorandum of understanding) program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR), bidang kesehatan, hari ini.

Penandatanganan MOU itu dilakukan antara Direktur Utama PT L'Oreal Indonesian Jean Christophe Letellier dan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH di Jakarta.

Letellier, mengatakan, L'Oreal merasa bangga dapat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam memenuhi target MDGs di bidang HIV/AIDS.

Program Hairdressers Against AIDS yang dijalankan tentunya akan membantu meningkatkan jumlah masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang masalah HIV/AIDS dan pencegahannya.

"Program ini sejalan dengan program Aku Bangga Aku Tahu yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Saat ini, menurutnya L'Oreal memiliki jaringan salon sebanyak 2.500 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan jaringan ini, perusahaan tersebut memiliki kesempatan luas untuk menyampaikan edukasi pencegahan penyakit berbahaya ini kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Letellier menambahkan, sebagai investor terbesar industri kecantikan di bidang riset dan inovasi, pihaknya terus menciptakan inovasi dan memberikan nilai tambah di setiap produknya.

Karena itu disediakan dana sebesar 665 juta Euro untuk penelitian di bidang kosmetik dan dermatologis, melalui 18 pusat riset dan 12 pusat evaluasi di seluruh dunia.

Banyaknya penelitian menyebabkan perusahaan itu berhasil mengajukan 612 produk baru pada tahun lalu. Tak hanya itu grup L'Oreal juga meraih angka penjualan konsolidasi sebesar 19,5 miliar euro di tahun 2010, dan memiliki karyawan sebanyak 66.600 orang di seluruh dunia.

"Kami di 130 negara melalui 23 merek internasional dengan portofolio yang beragam," tutup Letellier.

Penulis: