Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dan Managing Director PT Deltomed Laboratories, Mulyo Rahardjo saat penandatanganan MOU ( untuk program CSR di bidang kesehatan.
Demi peningkatan potensi penggunaan herbal di Indonesia.

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan PT Deltomed Laboratories melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang kesehatan.

Penandatanganan MOU dilaksanakan antara Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dan Direktur Pelaksana PT Deltomed Laboratories, Mulyo Rahardjo di Jakarta.

Mulyo Rahardjo mengatakan, pihaknya bertekad melakukan CSR dalam bidang kesehatan secara konsisten, terutama dalam meningkatkan potensi penggunaan herbal di Indonesia.

"Kami bangga dapat berpartisipasi untuk mengentaskan berbagai masalah kesehatan di Indonesia, melalui pengembangan dan penelitian tanaman obat tradisional serta bekerja sama melakukan uji ilmiah atau saintifikasi," jelasnya.

Mulyo berharap, tenaga medis dan lembaga kesehatan, baik puskesmas dan rumah sakit Indonesia dapat menyediakan pengobatan herbal sebagai salah satu alternatif yang khasiatnya setara dengan pengobatan konvensional.

Saat ini, Deltomed telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi yang terkait dengan pengembangan pengobatan herbal Indonesia, di antaranya, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) Kementerian Kesehatan yang berlokasi di Tawangmangu, Solo.

Bentuk pengakuan pemerintah atas komitmen Deltomed, telah menerima kunjungan para delegasi The 3rd ASEAN Conference on Traditional Medicine yang melakukan studi banding standarisasi pengolahan dan ekstraksi bahan baku herbal Indonesia, dengan didampingi oleh B2P2TO-OT Kemenkes, beberapa waktu lalu.

"Sejak tahun 2009, fasilitas produksi herbal kami telah memenuhi standard CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) atau GMP (Good Manufacturing Product) yang berhasil mendapatkan sertifikat NSF (National Sanitation Foundation) pada 14 September 2011 lalu," jelasnya.

Sertifikat NSF ini wajib dimiliki oleh produk obat herbal Indonesia untuk bisa masuk dan dikonsumsi oleh negara-negara di Amerika. "Dengan demikian, khasiat obat herbal Indonesia kini tidak hanya dirasakan oleh bangsanya sendiri, melainkan oleh masyarakat dunia," kata Mulyo.

NSF merupakan organisasi kesehatan umum di Amerika yang terlibat dalam berbagai lini kesehatan masyarakat, seperti keamanan pangan, keamanan air, keamanan lingkungan, dietary supplement dan sebagainya.

Penulis: