Para peneliti Kanada baru-baru ini menemukan bahwa sebuah gen biasa punya keterkaitan dengan sejumlah kanker langka yang menyerang sistem reproduksi. Temuan ini, sebagaimana dipublikasikan Rabu (21/12), berpeluang mengarah pada pendekatan baru bagi perawatan kanker.
Dalam laporan hasil penelitian yang dimuat di New Englad Jurnal of Medicine, tiga jenis kanker yaitu kanker rahim (ovarium), kanker uterus dan kanker testis, semuanya memiliki mutasi yang sama dalam sebuah gen bernama DICER. Para ilmuwan sendiri sebelumnya sudah mengenal DICER selama bertahun-tahun, namun belum bisa memastikan peran sesungguhnya dalam memicu pertumbuhan sel-sel tumor.
Dikatakan, ketika gen mengalami mutasi, fungsi DICER pun berubah. "Ia (DICER) jadi berperan secara langsung dalam kemunculan kanker, namun tidak dalam pola seperti tombol on-off," ungkap Gregg Morin, peneliti utama dari Michael Smith Genome Sciences Centre di Lembaga Kanker British Columbia.
"DICER dapat dilihat sebagai konduktor bagi sebuah orkestra fungsi yang penting artinya bagi pengembangan dan perilaku sel-sel normal," jelas Morin. "Mutasi yang kami temukan tidak secara keseluruhan merusak fungsi DICER, tapi malah membuatnya lebih cepat --(dengan kata lain) orkestranya masih ada namun sekarang konduktornya dalam keadaan mabuk," paparnya lagi memberi analogi.
Para peneliti saat ini masih mencoba mencari tahu apakah DICER berperan dalam jenis kanker lainnya, serta akan menyelidiki apakah DICER hasil mutasi dapat dimanipulasi untuk menyembuhkan kanker yang dimunculkannya. Untuk diketahui, kanker rahim sendiri tercatat menewaskan 15 ribu wanita AS tiap tahunnya, dengan jumlah kasus yang terdiagnosa rata-rata mencapai 20 ribu per tahun.





