Glaukoma Bisa Berakibat Buta Permanen

Glaukoma Bisa Berakibat Buta Permanen
Menteri Kesehatan Nila Moeloek ( Foto: BeritaSatu.com/Ezra Sihite )
Herman / JAS Selasa, 18 November 2014 | 17:45 WIB

Jakarta - Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang harus diwaspadai. Pasalnya bila terlambat ditangani, penyakit yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata ini dapat menyebabkan kebutaan permanen.

"Glaukoma itu tekanannya ada di bola mata. Kalau tekanannya terlalu tinggi, bisa merusak saraf (optik) kita yang akhirnya menyebabkan kebutaan," ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Selasa (18/11).

Ada banyak faktor risiko seseorang dapat terkena glaukoma, contohnya hipertensi dan tekanan bola mata di atas 21 mmHg. Menkes yang juga dokter spesialis mata ini menambahkan, agar tidak terlambat ditangani, seseorang harus rutin melakukan pemeriksaan hipertensi dan juga tekanan bola mata, apalagi bagi yang sudah berumur di atas 40 tahun.

"Batas maksimal tekanan bola mata di bawah 21 mmHg. Kalau sudah 22-25 mmHg, itu harus dicurigai. Makin dini ditemukan akan lebih mudah ditolong. Seperti orang darah tinggi, tekanannya itu akan kita turunkan dengan obat tetes sampai di bawah 21 mmHg agar sarafnya tetap terjaga," jelasnya.

Bagi yang memiliki riwayat anggota keluarga terkena glaukoma, Menkes juga mengingatkan untuk lebih waspada. Pasalnya anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai risiko lebih besar terkena gangguan mata ini.

"Jadi memang deteksi dini itu penting sekali. Ukurlah tekanan darah kita secara rutin. Layanan kesehatan primer juga harus kita manfaatkan, jangan menunggu sampai sakit baru berobat," pesan Nila Moeloek.

CLOSE