Ilustrasi: Kopi pun berkhasiat bagi kesehatan asalkan Anda tahu takarannya secara tepat.
Ilustrasi: Kopi pun berkhasiat bagi kesehatan asalkan Anda tahu takarannya secara tepat. (sumber: digitalart/freedigitalphotos)
Empat cangkir kopi dengan sedikit gula per hari, dapat mengurangi risiko sebesar 25 persen.

Para peneliti yang terlibat dalam Studi Nurses Health dari Departemen Nutrisi di Harvard School of Public Health menemukan, bahwa minum empat cangkir kopi atau lebih dengan sedikit gula atau tidak sama sekali per hari, mampu menurunkan kadar estrogen dan insulin yang terkait dengan karsinogenesis (zat pemicu kanker). 

Pembatasan gula amat diperlukan agar Anda dapat merasakan khasiatnya secara optimal.

Penulis studi Youjin Je , mahasiswa doktoral di Harvard School of Public Health mengatakan, asupan tinggi gula dan lemak dalam kopi mungkin bisa mengurangi khasiat kopi bagi penurunan risiko kanker.

Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan 67.470 perempuan berusia 34-59. Konsumsi kopi mereka dipantau sejak tahun 1980 hingga 2006.

Mereka diminta untuk melaporkan setiap empat tahun sekali seberapa sering atau berapa banyak rata-rata mereka minum kopi.

Para peneliti kemudian menghitung rata-rata kumulatif konsumsi kopi peserta untuk menunjukkan jangka panjang pola konsumsinya.

Dari penelitian tersebut ditemukan, bahwa perempuan yang minum rata-rata empat cangkir kopi dalam per hari dapat mengurangi risiko terkena kanker sebesar 25 persen. 

Tak hanya kafein yang membantu mengurangi risiko, kopi tanpa kafein pun bila diminum sebanyak dua cangkir atau lebih per harinya tetap mampu menurunkan risiko sebesar 22 persen.

Para peserta yang dilibatkan dalam studi itu, kata Youjin Je, dipilih secara tidak acak, sehingga studinya tidak dapat membuktikan hubungan kausal antara kopi dan risiko kanker endometrium.

"Tetapi kami menemukan hubungan terbalik antara kopi dan risiko kanker endometrium," imbuhnya.

Sekadar diketahui, kanker endometrium adalah pertumbuhan abnormal jaringan atau selaput yang terjadi di  luar rahim. Padahal seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim -- yang letaknya berada di dalam rahim.