RS Premier Jatinegara, Jakarta
Rumah sakit pertama di Jakarta yang meraih akreditasi dari Joint Commision International (JCI).

Tren pengobatan ke luar negeri terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2011 diperkirakan devisa yang keluar lebih dari Rp110 triliun hanya untuk pengobatan ke luar negeri.

Hal ini disebabkan karena minimnya rumah sakit di Indonesia yang mempunyai kualitas pelayanan kesehatan standar internasional, yang ditandai dengan kepemilikan akreditasi yang diakui secara internasional.

Salah satu akreditasi berstandar internasional yang merupakan wujud nyata tingkat profesionalisme rumah sakit adalah akreditasi JCI (Joint Commision International).

JCI merupakan badan sertifikasi yang berfokus pada pelayanan kesehatan dan berpusat di Amerika Serikat.

Badan sertifikasi tersebut menilai standar pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berfokus pada keselamatan pasien.

Berbicara mengenai pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berfokus pada keselamatan pasien, RS Premier Jatinegara sangat berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang berkualitas secara konsisten.

Ini dibuktikan dengan adanya sertifikasi akreditasi lengkap 16 bidang dari kementrian kesehatan, sertifikasi ISO 9001: 2008 dan sertifkasi Pengendalian infeksi HICMR Australia.

RS Premier Jatinegara menjadi rumah sakit pertama di Jakarta yang terakreditasi JCI

Direktur RS Premier Jatinegara, dr Handojo Rahardjo menjelaskan, JCI merupakan akreditasi yang sangat sulit diperoleh institusi kesehatan seperti rumah sakit. 

“Pengakuan tersebut menunjukkan komitmen RS Premier Jatinegara yang tidak main-main dalam memberikan pelayanan yang terbaik demi keselamatan pasien,“ imbuhnya.

Pencapaian akreditasi tersebut, lanjut Handojo, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Menurutnya, ini merupakan peningkatan dari tahapan perjalanan bagi RS Premier Jatinegara dalam hal kualitas pelayanan.

Ke depannya RSPJ akan meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan bagi pasien, memastikan patient safety, serta menyediakan struktur menajemen yang dibutuhkan untuk memertahankan keunggulan dalam standar pelayanan.

Penulis: