Kiri-kanan: Debora  Tjandrakusuma (Legal & Corporate Affairs Director PT Nestle Indonesia), Jason Avancena (Director Dairy Business Unit PT. Nestlé Indonesia, Hj Vita Gamawan Fauzi (Ketua Tim Penggerak PKK Pusat), dan dra Hj Nina Kirana Soekarwo (Ketua Tim Penggerak PKK  Jawa Timur)
Suasana peresmian "Gerakan Posyandu Peduli TAT 2012" di Malang, Jawa Timur, Senin (13/2)
Salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Gerakan Posyandu Tumbuh-Aktif-Tanggap 2012 untuk wilayah Timur Indonesia telah diresmikan pada Senin (13/2) di Malang, Jawa Timur.

Peresmian gerakan posyandu tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Pusat Hj Vita Gamawan Fauzi, SH, didampingi Jason Avancena, Direktur PT Nestlé Indonesia, sebagai mitra kerjasama dalam kegiatan Gebyar Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap di Malang.

Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya kegiatan program 2012 yang terdiri atas kelas kader posyandu, kontes di 14 provinsi, serta pemberian penghargaan kepada kader posyandu terbaik.

Rencananya pemberian penghargaan kepada kader posyandu terbaik itu akan dilaksanakan pada acara Jambore Nasional PKK di Oktober 2012.

Setelah kegiatan serupa dilaksanakan di Bekasi, Jawa Barat pada 24 Januari 2012, Gebyar Posyandu Peduli TAT dilaksanakan di kota Malang, Jawa Timur. Provinsi ini dipilih karena pabrik Nestlé DANCOW berada di provinsi ini.

Nestlé Indonesia setiap hari menyerap sekitar sekitar 650,000 liter susu segar, dari sekitar 33,000 peternak sapi perah yang tergabung di lebih dari 35 koperasi susu di Jawa Timur.

Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap 2012 merupakan program kerjasama PKK Pusat dan Nestlé DANCOW Batita. Gerakan ini dilakukan sebagai upaya pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu.

Caranya melalui sosialisasi tiga tanda TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap), sebagai panduan mudah bagi para kader dan orang tua, dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.

Panduan ini dirumuskan oleh tim ahli yang mewakili kajian ilmu terkait, terdiri atas ahli gizi Prof Dr Ir Ali Khomsan, psikolog anak Dra Mayke Tedjasaputra, M.Psi, tim ahli PKK Pusat dan tim Nestlé.

Program ini bertujuan turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat ini, sesuai visi dan misi Tim Penggerak (TP) PKK Pusat dan Nestlé Indonesia.

Ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani Tim Penggerak PKK Pusat dan PT. Nestlé Indonesia dalam seminar Nasional Batita Indonesia TAT di Pontianak, pada tanggal 30 Mei 2011.

Sebagai sebuah gerakan nasional, program ini bertujuan meningkatkan kinerja para kader Posyandu dengan meningkatkan pengetahuan terhadap aspek tumbuh-kembang anak sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap mendukung program Pemerintah yakni, merevitalisasi dan meningkatkan kualitas posyandu se-Indonesia. Kami berharap gerakan ini mampu meningkatkan peran para kader posyandu sebagai ujung tombang kesehatan dan semakin banyak masyarakat Indonesia datang ke posyandu untuk memonitor tumbuh, aktif, tanggap anak mereka yang berusia dibawah 3 tahun,” ujar Vita.

Jason menambahkan, gerakan posyandu ini merupakan salah satu bentuk komitmen Nestlé Indonesia dalam turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

“Kami optimis melalui gerakan nasional ini, kami dapat meningkatkan pengetahuan para kader Posyandu untuk mendorong dan mewujudkan batita Indonesia yang lebih sehat,” imbuhnya.

Pritha, Category Marketing Manager Nestlé DANCOW Growing Up Milk mengatakan, bahwa  Nestlé DANCOW Batita telah menggelar pelatihan bagi para kader sejak tahun 2008 melalui program, Ayo ke Posyandu TAT (Tumbuh- Aktif-Tanggap).

Hingga kini, lanjutnya, telah menjangkau lebih dari 15.400 kader di lebih dari 3.700 Posyandu di 16 propinsi, serta melibatkan lebih dari 350.000 para Ibu.

Penulis: