Ilustrasi
Ilustrasi (sumber: Visualphotos)
Karena faktanya lelaki pun punya potensi yang sama.

Sudah menjadi anggapan umum, bila pasangan suami istri tidak bisa mempunyai anak, perempuan selalu dianggap sebagai penyebab utamanya.

Kalau sudah begini biasanya kaum Hawa-lah yang diminta untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Namun anggapan atau mitos tersebut dipatahkan oleh para pakar kesehatan. Mereka mengatakan, bahwa potensi infertilitas (ketidaksuburan) perempuan dan lelaki sebenarnya hampir sama.

"Selama ini perempuan selalu disalahkan dalam hal infertilitas. Padahal sebenarnya perempuan dan lelaki potensinya sama saja," kata DR dr Nur Rasyid SpU, Ketua Urology Center di Rumah Sakit Asri, Jakarta, Rabu (22/02).

Selain itu dr Ponco Birowo SpU PhD, Wakil Ketua Urology Center RS Asri, mengatakan, seharusnya yang diperiksa tidak hanya perempuan, tapi juga lelaki.

Apalagi pemeriksaan pada lelaki justru jauh lebih mudah, karena bisa dilakukan dengan meminta sampel spermanya untuk diteliti.

"Dari pemeriksaan sampel itu kita bisa dengan cepat mengetahui ada tidaknya gangguan pada sperma sehingga bisa segera melakukan penanganan lebih lanjut," imbuhnya.
 
Nur menambahkan, ketidaksuburan pada lelaki menyumbang setidaknya 40  persen kemungkinan kemandulan pada pasangan. Dan gaya hidup tidak sehat merupakan salah satu penyebab utamanya.

Infertilitas itu sendiri oleh World Health Organization (WHO) didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan suami istri untuk memiliki anak meski  telah melakukan senggama secara teratur selama satu tahun.