RS Siloam Karawaci Hospital
Lima Rumah Sakit berstandar internasional yaitu Siloam Karawaci Hospital, Eka Bumi Serpong Damai,  Santosa  Bandung, Bintaro Premier & Premier Jatinegara.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan hingga saat ini 1.828 Rumah Sakit di Indonesia tidak memiliki akreditasi internasional dari Joint Commission-Accreditation (JCI). Akreditasi JCI adalah pengakuan terhadap standar rumah sakit yang paling diakui di bidang kesehatan secara internasional.

Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Supriyantoro, menjelaskan hingga saat ini hanya lima dari total 1.833 rumah sakit di Indonesia yang memilik akreditasi JCI. Kelima rumah sakit yang mendapat Akreditasi JCI itu, lanjut dia, semuanya rumah sakit swasta.

Lima Rumah Sakit berstandar internasional yakni RS Siloam Karawaci Hospital, RS Eka Bumi Serpong Damai di Tangerang, RS Santosa  Bandung dan RS Bintaro Premier  dan  RS Premier Jatinegara di Jakarta.

Supriyantoro mengakui mendapat akreditasi internasional dari JCI tidaklah mudah karena memakan biaya mahal dan waktu yang tidak sedikit.

"Kami menyadari tidak mungkin 1833 RS di Indonesia itu dapat akreditasi internasional semua," ungkap dia, kepada beritasatu.com, Jakarta, hari ini.

Supriyantoro menjelaskan untuk mengatasi masalah ini Indonesia menargetkan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dapat menjadi badan akreditasi Rumah Sakit berstandar internasional pada tahun 2014.

Ditambahkan Supriyantoro, jika KARS sudah mendapat akreditasi dari ISQUA maka kualitasnya lembaga akreditasi dianggap sejajar dengan lembaga akreditasi lain termasuk JCI sehingga RS yang terakreditasi oleh KARS akan mendapat kepercayaan masyarakat.

"Kalau Rumah Sakit mendapat akreditasi dari KARS biayanya tentu akan jauh lebih murah," ujar Supriyantoro. "Maka itu yang bisa kita lakukan adalah menaikkan kredibilitas KARS."

Penulis: /FER