Tokoh Agama Ikut Wujudkan Kesehatan Ibu dan Anak di Pegunungan Tengah, Papua

Anak-anak Papua (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Oleh: Roberth Isidorus / GOR | Jumat, 13 Mei 2016 | 14:55 WIB

Wamena - Guna memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA) di wilayah Pegunungan Tengah, khususnya Kabupaten Jayawijaya, Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dan Kantor Kementrian Agama Wilayah Kabupaten Jayawijaya, bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan Lokakarya Peran Tokoh Agama dalam Menjawab Isu Kesehatan pada Selasa-Rabu (10-11/5) lalu.

“Kegiatan ini dirangkai secara langsung dengan peluncuran buku Panduan KIA bagi Tokoh Agama Kristen dan Katolik di Pegunungan Tengah, Papua,” ujar Andri Lumi, Area Manager Wahana Visi Indonesia Wilayah Jayawijaya kepada Beritasatu.com, Jumat (13/5) siang.

Andri Lumi mengetakan, kondisi kesehatan ibu dan anak memang masih menjadi permasalahan di Papua, termasuk Kabupaten Jayawijaya. Menurut Unicef (2012), diperkirakan angka kematian bayi di Jayawijaya mencapai 86 per 1000 kelahiran hidup.

Dengan kegiatan ini, WVI berharap ada kesadaran dan komitmen serta rekomendasi yang dihasilkan oleh seluruh pihak, khususnya para tokoh agama, untuk turut mengambil peran aktif dalam upaya peningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak.

Selain itu, dengan hadirnya buku mengenai KIA yang diperuntukkan bagi tokoh agama, diharapkan para tokoh agama di Kabupaten Jayawijaya mampu dan mau melakukan tindakan nyata dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Mengapresiasi kerja keras semua pihak dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jayawijaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dan Wahana Visi Indonesia dalam mengkapasitasi kemampuan Tokoh Agama untuk penanganan terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), buku ini diharapkan bisa direplikasi di kabupaten lain di Provinsi Papua. Hal ini dikarenakan buku panduan KIA bagi tokoh agama ini merupakan hal yang baru dan pertama kalinya Provinsi Papua.”, tegas Andri Lumi.

Melalui kegiatan ini WVI terus mendorong dibentuknya rencana aksi bersama oleh setiap sektor dan berbagai pihak untuk mendukung meningkatnya kesehatan ibu dan anak dalam upaya menciptakan generasi emas Papua yang sehat, sejahtera dan mandiri khususnya generasi dari Kabupaten Jayawijaya.

Perjalanan panjang
Buku KIA untuk tokoh agama ini telah melalui perjalanan panjang dalam proses penyusunannya. Berawal di tahun 2013 dalam kerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jayawijaya, buku ini telah melampaui proses penyusunan dan review, serta telah melewati 3 kali proses uji coba.

Dengan penyampaian yang sederhana disertai ilustrasi yang mendukung, para tokoh agama mudah untuk memahami maksud dari buku ini.

Terdapat 5 program Kesehatan Ibu dan Anak yang menjadi isi dari buku ini, yaitu perawatan ibu hamil, Ibu melahirkan dan bayi baru lahir, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPHIA), manajemen terpadu balita sakit berbasis masyarakat (MTBSM) dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT