Faktor Stres, Sariawan Lebih Sering Dialami Wanita Muda dan Masyarakat Menengah Atas

Ilustrasi perempuan merasa sakit di daerah mulut. (Visualphotos)

Oleh: Imam Suhartadi / IS | Kamis, 22 Desember 2016 | 22:30 WIB

Jakarta -Sariawan merupakan penyakit mulut yang umum terjadi dan menyerang 25% dari populasi berbagai kalangan usia baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Sariawan lebih sering menyerang wanita dewasa muda serta masyarakat menengah atas akibat faktor stress.

Sariawan merupakan luka ringan yang dapat sembuh sendiri (self- limiting disease) dalam waktu 10 - 14 hari untuk sariawan jenis kecil ringan (minor) dan 4 minggu untuk jenis yang berat (mayor).

“Walaupun penyakit ringan, Sariawan dapat mengganggu penderita sehingga mempengaruhi kualitas hidup kesehariannya,” kata Drg Rahmi Amtha MDS, Sp, PM Phd dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/12).

Faktor penyebab Sariawan antara lain trauma (tergigit/sikat gigi/kawat gigi), genetik, berhenti merokok, perubahan hormon, stres dan defisiensi nutrisi.

Menurut Drg Rahmi Amtha yang menyebabkan orang terkena sariawan itu biasanya disebabkan oleh beberapa faktor (multi faktorial).

Secara awam orang tahunya semua luka dalam mulut namanya adalah sariawan. Kalau berfikir hanya sariawan biasa, seseorang sering cenderung mengabaikan. Sesungguhnya sariawan hanya menggambarkan adanya kondisi luka pada jaringan lunak mulut yang sering menimbulkan rasa sakit.

”Dalam bahasa kedokteran sariawan dikenal dengan nama stomatitis aftosa.Luka seperti stomatitis aftosa mirip dengan sariawan yang disebabkan karena akibat infeksi, autoimun, reaksi alergi dan lain-lain. Hal ini harus dibedakan dengan luka atau sariawan yang terjadi karena latar belakang trauma. Baik trauma fisik, psikis, trauma termal ataupun trauma kimia,”tutur Drg Rahmi Amtha.

Tapi pada umumnya, orang terkena sariawan karena daya tahan tubuh yang rendah. Juga dapat karena rendahnya nutrisi yang masuk. Ini yang bisa mengakibatkan sariawan terjadi secara berulang-ulang.

Cara pengobatannya harus melihat secara detil faktor penyebab sariawan tersebut. Baru bisa melakukan rencana perawatan yang komprehensif sehingga bisa sembuh total.

Metode Baru

Dia mengatakan, ada metode baru pengobatan sariawan dengan media plester sariawan merk Ulceloocin yang efektif, tanpa rasa perih dan aman. Saat kontak dengan cairan luka maka plester akan berubah menjadi gel yang melekat kuat di tempat luka sehingga saat itu juga tidak terasa perih lagi.

Plester Sariawan merupakan hydrogel kering yang tidak mengandung bahan tambahan lain ataupun obat. Sangat aman bila plester tersebut tertelan.

”Kami telah melakukan penelitian terhadap plester Sariawan. Ini sesuatu yang baru dan dapat menjadi pilihan alternatif pengobatan sariawan. Mengapa demikian, karena salah satu prinsip dasar mengobati sariawan adalah obat atau bahan yang dipakai harus mampu bersifat covering agent, sehingga memberikan kesempatan pada jaringan luka/sariawan untuk beregenerasi dan akhirnya menyembuh,” katanya.

Cara penggunaan plester Sariawan juga cukup mudah. Tinggal menempelkanplester tersebut pada bagian yang luka(dalam keadaaan basah terbilas oleh air liur) sebelum makan. Tunggu sampai 4 hari, luka akan sembuh dan atau membaik.

Sariawan klasik (bukan dilatarbelakangi oleh faktor sistemik atau lainnya) akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Namun jika dalam waktu tersebut belum juga sembuh, maka disarankan untuk segera memeriksakan luka tersebut ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.






Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT