Waspadai Bali Belly Menyerang Saat Liburan

Ilustrasi Diare (Istimewa)

Oleh: Indah Handayani / FER | Kamis, 5 Januari 2017 | 16:12 WIB

Jakarta - Saat liburan akhir tahun, Bali diserbu oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Jumlah mereka diprediksi jauh lebih banyak dari biasanya, karena memanfaatkan momentum liburan akhir tahun.

Sepanjang Oktober 2016, Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang bertandang ke Pulau Dewata mencapai 432.215 kunjungan. Jumlah ini meningkat 16,9 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini juga diperkirakan akan melengkapi target 7,8 juta kunjungan wisatawan yang dicanangkan Dinas Pariwisata Bali, untuk tahun 2016.

Meski menawarkan keindahan alam, Bali juga menyisakan cerita perih bagi para wisatawan asing yang pernah mengalami diare, atau dikenal dengan Bali Belly.

Istilah Bali Belly sangat dikenal oleh dunia traveling internasional karena sering menyerang para turis mancanegara, dan ditulis sebagai peringatan penting dalam berbagai blog dan media kelas dunia untuk mereka yang akan menginjakkan kaki di Bali.

Selain diare, penderita juga mengalami muntah, sakit dan kejang perut. Kondisi ini disebut gastroenteritis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan, seperti lambung dan usus halus. Bali Belly bisa menyerang siapa saja, termasuk anak kecil dan dewasa.

Dr Stephanie Patricia dari Medi-call Indonesia mengatakan diare atau Bali Belly memang sering menyerang para turis asing di Bali. Penyakit ini erat kaitannya dengan kebersihan makanan yang dijual serta kesadaran turis terhadap kebersihan. Di Bali, banyak juga penjaja makanan yang melayani konsumen dengan tangan, padahal mereka baru saja memegang uang kertas yang mungkin kotor.

"Ini bisa memicu diare. Konsumen juga harus selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di toilet dan memegang uang,” ungkap dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (5/1).

Menurut dr Stephanie, sensasi menikmati street food di Bali memang bisa membangkitkan selera. Namun saat Bali Belly menyerang, rencana liburan akhir tahun Anda terancam berantakan. Bahkan bek andalan klub elit Manchester United, Chris Smailing, pun sempat 'tumbang' saat menikmati liburan di Bali pertengahan tahun ini karena bermasalah dengan perut akibat makanan.

"Gejala Bali Belly bisa diawali dengan demam dan keram, lalu kadang dilanjutkan dengan muntah dan diare. Keluhan diare bisa disertai atau tanpa darah dan nyeri perut hebat. Karena kekurangan cairan, tubuh akan terasa lemas. Pasien disarankan agar mendapat asupan cairan yang cukup,” tambah dr Stephanie.

Lebih lanjut dr Stephanie menjelaskan, pasien penderita Bali Belly harus segera mendapatkan penanganan medis agar penyakit tidak bertambah parah. Seperti Chris Smailing yang sempat pingsan, pasien yang terlambat mendapat penanganan dokter harus dirawat secara intensif di rumah sakit.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT