Rumah Sakit Internasional di Teluk Ambon

Rumah Sakit Internasional di Teluk Ambon
CEO Lippo Group James Riady (kiri) mengunjungi proyek pembangunan Rumah Sakit Siloam di Teluk Ambon, Maluku, 8 Februari 2017. ( Foto: Primus Dorimulu/ Beritasatu.com )
Primus Dorimulu / HA Senin, 20 Februari 2017 | 21:01 WIB

Ambon - Mega-mega hitam yang menutup matahari di ufuk barat, perlahan berubah warna menjadi kemerahan. Matahari senja bergerak menuju peraduan. Birunya laut tampak redup. Di bagian timur laut, lampu warna-warni Jembatan Merah-Putih tampak berkelap-kelip diselingi lampu mobil. Kapal-kapal nelayan memadati darmaga.

Itulah panorama mengasyikkan saat berada di lantai atas Rumah Sakit (RS) Siloam, Rabu (8/2) sore. Rumah sakit 12 lantai dan 600 tempat tidur bertaraf internasonal ini terletak di tepi Teluk Ambon, Desa Hative Kecil, Kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Ambon. Di lantai teratas yang akan dikelola sebagai roof garden, para pasien bisa sepuasnya memandang laut dan berbagai pemandangan indah di Teluk Ambon, baik ke arah barat daya maupun ke timur laut.

"Tahun ini pembangunan rumah sakit selesai dan awal 2018 sudah bisa dioperasikan," kata Eddy Sambuaga, direktur PT Karya Unggulan Gemilang, pelaksana pembangunan RS Siloam, Rabu (8/2). Selain patung Pattimura dan Jembatan Merah-Putih sepanjang 1.060 meter, masyarakat mendapatkan satu lagi ikon kota Ambon, yakni Siloam Hospital. Rumah sakit ini persis berdiri tegak di bagian barat daya Jembatan Merah-Putih.

Dibangun di atas lahan hasil reklamasi, kawasan darat akan diperluas lagi hingga batas batu cadas. Kawasan Tantui akan dikembangkan menjadi Water Front City, sebuah kawasan indah tepi laut yang memadukan kegiatan bisnis, belanja, keuangan, hiburan, dan rumah sakit. Sebagai kecamatan di kota Ambon dengan jumlah penduduk terbesar, Sirimau akan menjadi pusat kegiatan bisnis baru.

Lokasi perayaan Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari 2017, persis di sebelah barat RS Siloam. Lokasi ini dipilih karena keindahan panoramanya. Para tamu bisa langsung melihat Teluk Ambon yang tenang. Sejak Siloam Hospital dibangun, lokasi ini dilirik berbagai pihak, instansi pemerintah maupun swasta. "Lokasi ini sangat asri dan bagi pasien, panorama Teluk Ambon bisa membantu kesembuhan," ujar seorang wartawan senior yang ikut meninjau Siloam.

Garis pantai kota Ambon, termasuk Teluk Ambon dan Teluk Baguala, mencapai 98 km. Dari udara, Pulau Ambon tampak bagaikan kertas hijau tua yang tersobek rapi dari pinggir barat daya dan nyaris putus di bagian timur laut. Sobekan darat di timur laut disebut Teluk Baguala, sedang sobekan panjang di barat daya adalah Teluk Ambon. Bandara Internasonal Pattimura terletak di bagian utara Teluk Ambon. Sebelum ada Jembatan Merah-Putih, perjalanan dari bandara harus menyusuri Teluk Ambon. Kota Ambon terletak di bagian selatan. Kawasan Tantui adalah bagian dari kota Ambon.

Selain akses pendidikan, kata CEO Lippo Group James T Riady, masyarakat luar Jawa terutama Indonesia bagian timur perlu diberikan akses kesehatan. Kawasan timur Indonesia bukan saja menyimpan sumber daya alam yang luar biasa, melainkan juga sumber daya manusia yang bagus. "Jika ada pendidikan dan kesehatan yang baik, mereka akan maju," ujar James yang datang ke Ambon menghadiri HPN.

Pada masa Hindia Belanda, Maluku menghasilkan guru, dokter, dan pilot yang hebat di samping pemusik, penyanyi, pegawai dan tentara. Namun, sekarang, pasokan guru dan dokter dari Maluku menurun. "Saya yakin, dengan pendidikan dan kesehatan yang baik, Maluku akan kembali menghasilkan SDM hebat bagi Indonesia," ujar James.

Masalah rumah sakit di Indonesia bukan pada sisi permintaan, tapi pasokan. Jumlah pasien di setiap puskesmas dan rumah sakit sangat banyak, bahkan membludak. Jumlah rumah sakit terbatas, lebih khusus lagi rumah sakit yang menyediakan peralatan modern dan memadai dengan tenaga medis yang berkualitas.

"Kondisi inilah yang membuat Lippo terpanggil untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional untuk masyarakat di luar Jawa," ujar James. Pada akhir 2016, Lippo sudah membangun 23 rumah sakit di Indonesia dengan menyediakan 5.102 tempat tidur dan dilayani 2.849 tenaga operasional. Dari jumlah itu, terdapat 460 dokter umum, 1.840 dokter spesialis, dan lebih dari 3.700 perawat.

Dibangun pertama di Kawasan Perumahan Karawaci, RS Siloam di Jadebotabek kini sudah berjumlah tujuh, termasuk antara lain RS Siloam Kebun Jeruk, MRCC di Kawasan Semanggi, RS Siloam Jl TB Simatupang, dan RS Siloam Cikarang. Di luar bendera Siloam, Lippo mengoperasikan rumah sakit di Myanmar dan kini dalam proses penyelesaian pengambilalihan rumah sakit Healthway Medical Corporation di Singapura. Healthway merupakan jaringan privat pusat medis dan klinik terbesar serta terluas di Singapura dengan layanan jasa kesehatan primer, dental, dan jasa spesialis medis.

Indonesia Timur
Di luar Jawa, RS Siloam sudah hadir di 12 kota, di antaranya Kupang dan Labuan Bajo. Mulai beroperasi awal 2016, Siloam Hospital Labuan Bajo memberikan kenyamanan kepada masyarakat Flores dan para wisatawan. Para pelancong tak perlu khawatir jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan karena Siloam menyediakan pelayanan kesehatan yang lengkap, termasuk untuk mereka yang terkena musibah. "Siloam memliki trauma center," papar James.

Budayawan nasonal, Jaya Suprana, pernah jatuh saat menjejakkan kaki di Bandara Komodo ketika turun dari tangga pesawat tahun 2016. Setelah dirawat dan dinyatakan sembuh, ia berterimakasih kepala Siloam yang bersedia hadir di kawasan tertinggal. Para wisatawan yang mengalami masalah saat berenang, snorkeling, diving, dan terkena air liur komodo bisa mendapatkan pelayanan cepat di Siloam.

Banyak orang yang meninggal sia-sia akibat keterlambatan mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketika terkena stroke, pasien di Flores harus diterbangkan ke Denpasar. Karena di Kupang, ibukota Nusa Tenggara Timur pun, rumah sakit tidak memiliki peralatan lengkap dan tenaga medis tidak memadai. Begitu pula mereka yang mengalami perdarahan otak dan patah tulang karena jatuh.

Sejak November 2014, Siloam Hospital sudah beroperasi di Kupang, lengkap dengan peralatan modern, dokter spesialis, dan tenaga perawat terlatih. Siloam Hospitals di Kupang memiliki peralatan canggih, termasuk MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan CT-scan (computerized tomography scanner). Sedang Siloam di Labuan Bajo menyediakan SC-scan di samping conventional X-ray.

MRI penting untuk melihat dengan jelas kondisi anatomi jaringan lunak dalam tubuh manusia, terutama otak, sumsum tulang belakang, susunan saraf, otot, ligamen , tendon, tulang rawan, ruang sendi seperti misalnya pada cedera lutut maupun cedera sendi bahu. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan dengan MRI adalah evaluasi anatomi dan kelainan dalam rongga dada, payudara , organ organ dalam perut, payudara, pembuluh darah, dan jantung. Sedang CT-scan paling tepat untuk melihat cedera tulang, mendiagnosa masalah paru-paru, dada, dan mendeteksi kanker.

Siloam Hospitals Labuan Bajo menyediakan pelayanan rawat jalan, rawat inap, unit gawat darurat (UGD), intensive care unit (ICU), high care unit (UCU), operating theater, emergency trauma center (ETC), pelayanan rehabilitasi medik, laboratorium, dan radiologi. Siloam adalah satu-satunya rumah sakit di Manggarai Barat yang menyediakan pelayanan hemodialisis atas fasilitas cuci darah, dan satu-satunya rumah sakit di Flores yang memiliki CT-scan.

Semua rumah sakit Siloam menerima pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan. James mengatakan, BPJS Kesehatan adalah solusi konkret untuk menolong pasien tidak mampu. Dengan kartu BPJS, mereka bisa mendapatkan pelayanan oleh dokter ahli dengan menggunakan peralatan medis mutakhir, sama seperti yang diterima oleh pasien mampu.

Siloam Labuan Bajo menyediakan 109 tempat tidur bagi pasien, terbagi atas kelas 1, kelas 2, kelas 3, deluxe, VIP, dan VVIP. Siloam juga mempekerjakan berbagai dokter spesialis, mulai dari spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis anak, spesialis kebidanan dan kandungan (obstetri dan ginekologi), spesialis syaraf, spesialis paru, spesalis kulit dan kelamin, spesialis telinga, hdung, tenggorokan, kepala dan leher (THT-KL), spesialis patologi klinik, spesialis anestesi, dan spesialis radiologi.

Di samping memberikan akses pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Flores, demikan James, Siloam Hospitals di Labuan Bajo penting untuk memberikan kenyamanan kepada para turis. Kehadiran rumah sakit modern berstandar internasional seperti Siloam, para turis tidak khawatir mengunjungi Labuan Bajo dan menyusuri kawasan Flores untuk waktu yang lama.

Sebagai satu dari sepuluh destinasi wisata prioritas, Labuan Bajo merupakan daerah tujuan wisata yang akan akan berkembang pesat. Letaknya tidak jauh dari Jakarta, hanya dua jam lebih penerbangan langsung. Labuan Bajo merupakan pintu gerbang bagi pelancong yang hendak melakukan wisata laut dan yang ingin menyusuri daratan Flores hingga ke ujung timur. Di Ende, Flores bagian tengah, ada Danau Kelimutu dan di ujung timur Flores ada wisata bahari, termasuk diving dan menonton ikan paus.

Dari Labuan Bajo, wisatawan memiliki alternatif untuk ke Taman Nasional Komodo, menikmati keindahan 150 pulau di perairan seluas 173.000 ha. Komodo adalah satu dari lima pulau besar. Para pelancong bisa diving dan snorkeling untuk melihat terumbu karang dan berbagai jenis ikan serta melihat dari dekat biawak Komodo, satu-satunya hewan purbakala yang masih hidup di planet bumi.

Siloam Hospital Ambon, demikian James, akan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis mutakhir. Pelayanan kesehatan diberikan oleh para dokter spesialis, dokter umum, dan paramedis terlatih. Rekrutmen para medis akan memprioritaskan tenaga lokal.

Ke depan, Lippo akan berusaha menghadirkan Siloam di berbagai wilayah Indonesia bagian timur untuk memberikan pemerataan akses kesehatan. Para pemegang BPJS Kesehatan di perkotaan di Jawa jauh lebih beruntung dibanding di luar Jawa, terutama kawasan timur Indonesia. Karena di kawasan ini, rumah sakit tidak dilengkapi peralatan canggih seperti CT-scan dan MRI serta para dokter ahli.

Usai merayakan HPN 2017, James sempat ke Saumlaki, Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat untuk melihat peluang membangun rumah sakit dan sekolah. Bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki sudah siap melayani penerbangan nasional. Tujuh tahun yang akan datang, Yamdena bakal ramai dengan kehadiran proved onshore gas block Masela. Proyek pipa gas dan berbagai infrastruktur diperkirakan bakal menarik penduduk hingga lebih dari 250.000 orang.

Rumah sakit di Maluku terhitung minim. Di seluruh Maluku hanya ada 15 rumah sakit pemerintah, dua di antaranya di Ambon. Swasta hanya memiliki enam rumah sakit. Selain itu ada tiga rumah sakit TNI. Kondisi inilah yang mendorong Lippo untuk membangun rumah sakit.

Potensi Besar
Sekitar 90% wilayah Provinsi Maluku yang mencapai 581.376 km persegi adalah laut. Daratan hanya 54.185 km persegi, yang terbagi atas 637 pulau. Di wilayah ini terdapat Laut Banda, yang memiliki palung terdalam kedua di dunia dengan kedalaman hingga 7.000 meter. Palung terdalam adalah Mariana, Samudera Pasifik dengan kedalaman 10.911 meter.

Potensi alam Maluku sangat besar. Selain berbagai jenis ikan di laut, pulau-pulau di Maluku sangat subur. "Pada satu setengah abad lalu, Maluku adalah pusat dunia. Perdagangan dari berbagai negara ke Maluku untuk mencari rempah-rempah," ungkap James.

Di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, berbagai jenis rempah-rempah tumbuh dengan suburnya. Sebutlah pala, lada, cengkih, kayu manis, dan panili. Iklim tropis dengan curah hujan yang pas membuat buah tanaman di Maluku terasa gurih. Buah sukun Maluku tercatat paling lezat di dunia.

Perairan Maluku, terutama Laut Banda dan Laut Arafuru, adalah tempat ikan bertelur dan berkembang biak. Tidak heran jika perairan ini menjadi incaran nelayan dunia. Tapi, orang Maluku lebih senang di darat. Kawanan ikan tuna mudah ditemui di perairan Maluku.

Potensi daerah yang kaya belum dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Penduduk miskin di Maluku menurut survei BPS, September 2016, sebanyak 331.790 atau 19,3% dari total penduduk. Di perdesaan, penduduk miskin mencapai 27%. Harapan hidup penduduk 68 tahun. "Saya mengenakan dua cincin, satu berwarna hijau untuk mengajak masyarakat Maluku menanam, yang satu lagi berwarna biru, mengajak rakyat Maluku menangkap ikan yang berlimpah di laut," ungkap Pangdam Pattimura Mauyjen Doni Monardo.

Kemajuan jasa perdagangan, perlahan, menggeser kontribusi pertanian terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku. Pada tahun 2016, kontribusi pertanian terhadap PDRB tinggal 24%. "Lima tahun lalu, kontribusi pertanian di atas 35%," kata Gubernur Maluku Said Assagaff.

Ambon bukanlah pulau terbesar di Maluku. Di utaranya ada Seram, pulau terbesar di provinsi ini. Namun, sebagai ibukota provinsi dan letaknya yang indah, Ambon dihuni lebih dari 430.000 penduduk atau 28% penduduk Maluku. Dengan luas daratan 359,45 km persegi, sekitar 73% terdiri atas gunung, bukit, dan lereng terjal, Ambon tergolong kota padat. Pada tahun 2016, kepadatan kota ini 1.200 orang per km persegi. Kawasan terpadat adalah Kecamatan Sirimau dengan tingkat kepadatan di atas 2.000 orang per km persegi.

Dalam dua hari mengunjungi Ambon untuk merayakan HPN 2017, penulis merasakan dinamika kota dan gaya hidup urban yang tumbuh. Mal dan pusat perbelanjaan ramai dikunjungi masyarakat dan anak-anak muda. Data BPS setempat menunjukkan, kontribusi sektor jasa, perdagangan, hotel, dan restoran sudah mencapai 55% dari PDRB.

Anak-anak muda Ambon Manise mengaktifkan musik dan kesenian. Selepas Bandara Pattimura ada tulisan besar "Ambon Kota Musik". Setiap tahun ada festival musik di Ambon. Kesadaran akan hidup yang berkualitas mulai tampak. Kehadiran RS Siloam akan melengkapi kesadaran masyarakat akan kualitas hidup yang lebih baik.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE