Ilustrasi popcorn
Ilustrasi kentang goreng
Ilustrasi
Mengonsumsi sederet makanan ini akan meningkatkan risiko berbagai penyakit atau gangguan pada prostat.

Karenanya, Dr. Geo Espinosa, N.D., L.Ac, CNS, RH (AHG), Direktur dari Integrative Urological Center, New York, Amerika Serikat, menyarankan kaum lelaki untuk mengurangi atau sebisa mungkin menghindari makanan tersebut.

Apa saja? Berikut penjelasannya:

1. Daging Merah dan Daging Olahan
Sering mengonsumsi daging merah dan produk olahannya dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Studi menunjukkan, bahwa lelaki yang mengonsumsi makanan ini 12 persen lebih mungkin mengembangkan kanker prostat, dan 33 persen lebih besar untuk lebih cepat menderita kanker daripada mereka yang makan paling sedikit daging merah.

2. Daging Nonorganik
Daging nonorganik sebagian besar tersedia di pasar, seperti daging sapi, babi, domba, sapi muda, banyak menggunakan hormon, antibiotik, dan steroid. Zat aditif ini bila sering dikonsumsi manusia akan memicu berbagai penyakit.  Untuk mencegah risiko tersebut, konsumsilah daging organik.

3. Kalsium dan Susu Olahan
American Cancer Society mencatat, ada bukti bahwa asupan tinggi kalsium yang sebagian besar didapat melalui suplemen dan produk susu, berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker prostat, terutama kanker agresif. Selain itu produk olahan susu yang tinggi lemak dan kolesterol yang biasanya mengandung hormon juga dapat berdampak negatif pada kesehatan prostat.

4. Tomat Kaleng dan Produk Tomat Olahan
Meskipun tomat dan produk tomat olahan mendukung dan meningkatkan kesehatan prostat, terutama karena kandungan likopen yang tinggi, tapi sebaiknya Anda menghindari tomat yang dikemas dalam kaleng.

Lapisan resin pada kaleng timah mengandung bisphenol-A (BPA), sebuah estrogen sintetis yang dapat larut ke dalam tomat karena sifatnya asam. BPA sendiri dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya.

5. Popcorn yang Dipanggang di Microwave
Popcorn adalah sumber serat yang baik, tapi bila dipanggang di microwave tentu saja menjadi buruk bagi kesehatan. Ini dikarenakan alat pemanggan modern tersebut mengandung zat kimia yang disebut asam perfluorooctanoic (PFOA).

Zat kimia ini, kata peneliti, mungkin terkait dengan infertilitas (Ketidaksuburan) pada manusia. Tak hanya itu, akumulasi zat kimia tersebut dalam tubuh manusia juga dikhawatirkan memicu kanker.  Karenanya, perusahaan pembuat PFOA berjanji akan menghentikan memproduksi zat kimia tersebut pada tahun 2015.

6. Kentang Non Organik

Kentang merupakan makanan yang baik bagi kesehatan, karena tak mengandung lemak dan tinggi serat. Namun menjadi buruk bila terpapar pembasmi hama dan jamur seperti herbisida, pestisida, dan fungisida.  Anda tidak dapat membersihkan zat kimia beracun yang sudah diserap oleh kentang. Satu-satunya solusi aman adalah membeli kentang organik.

7. Kentang Goreng, Keripik Kentang dan Donat
Kentang goreng dan keripik kentang adalah dua makanan tak sehat yang amat populer di Amerika Serikat. Dikatakan tak sehat karena kedua makanan ini sarat dengan lemak jenuh dan garam.

Selain itu mengandung pula asam amino yang disebut asparagin, yang ketika dipanaskan lebih dari 248 derajat Fahrenheit dapat membentuk akrilamida, zat yang kemungkinan besar bersifat karsinogen (pemicu kanker) pada manusia.

Dan perlu Anda ketahui, donat juga merupakan makanan yang tinggi kandungan akrilamida. Karenanya, Anda disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut.

8. Pemanis Buatan
Pemanis buatan seperti aspartam, siklamat, neotame, sakarin, atau sucralose banyak digunakan dalam berbagai makanan olahan, bahkan makanan yang diklaim sehat untuk penderita diabetes dan menjaga berat badan. Padahal pemanis buatan ini menurut hasil penelitian berkaitan dengan kanker  dan bisa menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

9. Salmon yang Dibudidaya
Salmon yang dibudidaya atau diternakkan kebanyakan diberi makan kedelai dan tepung ikan, diobati dengan antibiotik, dan diwarnai dengan pewarna buatan untuk membuat tubuhnya berwarna merah muda.

Akibat perlakuan tak alami itu, ikan tersebut mengandung vitamin D dan omega-3 asam lemak yang lebih rendah, tapi kontaminasi zat kimia seperti brominated flame, dioxin, DDT dan lainnya justru lebih tinggi dibandingkan salmon liar. Inilah yang menyebabkan ikan ini menjadi tak sehat, bahkan dapat memicu kanker bagi manusia.

10. Gula

Gula memang enak rasanya, tapi perlu Anda ketahui makanan ini justru menjadi bahan bakar bagi pertumbuhan sel kanker. Demikian yang dikemukakan oleh Patrick Quillin, PhD, RD, mantan wakil presiden gizi untuk pusat pengobatan kanker di Amerika Serikat.

Pada tahun 2009, para ilmuwan di Huntsman Cancer Institute di University of Utah menemukan, bagian dari proses dimana sel-sel kanker menggunakan lebih banyak gula (glukosa) dari sel normal. Jadi, bila Anda ingin sesuatu yang manis, pilihlah gula alami yang berasal dari buah segar.

Penulis: