ilustrasi: Ledakan pendudukan lansia harus segera diantisipasi untuk mencegah kebangkrutan yang akan dialami oleh negara.
Mencapai 18,04 juta jiwa pada tahun 2010.

Indonesia saat ini termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni, mencapai 18,04 juta jiwa pada 2010 atau 9,6 persen dari jumlah penduduk.

"Jumlah lanjut usia di Indonesia saat ini termasuk lima besar terbanyak di dunia, tentunya ada konsekuensi terhadap besarnya kebutuhan pelayanan dan perlindungan sosial lanjut usia," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Samsudi di Jakarta, Rabu (30/5).

Jumlah penduduk lansia tersebut meningkat sebanyak empat kali lipat dibandingkan pada 1970 yang tercatat sekitar 5,3 juta jiwa atau 4,48 persen.

Meningkatnya jumlah lansia seiring dengan meningkatnya angka usia harapan hidup penduduk Indonesia sehingga laju penduduk lanjut usia tumbuh dengan cepat.

Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi di era globalisasi berimplikasi terhadap pola hidup masyarakat seperti perubahan sistem nilai masyarakat.

Dalam beberapa kasus keberadaan lanjut usia sering dianggap beban dalam keluarga sehingga mereka kurang mendapat perhatian bahkan sampai terlantar.

"Karena berbagai permasalahan lansia itu perlu perhatian dan upaya serius untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kelanjut-usiaan," kata Samsudi.

Adapun program Kementerian Sosial bagi para lansia di antaranya layanan home care yaitu pelayanan lansia berbasis keluarga dimana yang melayani adalah keluarga mereka sendiri. Sekitar 20.000 lansia yang mendapat pelayanan berbasis keluarga tersebut.

Sementara Kementerian Sosial membantu memberikan pendampingan psikologi sosial, perawatan dan ekonomi.

Pelayanan lainnya yaitu day care berupa layanan lansia yang dilakukan oleh institusi panti atau yayasan lain.

Sedangkan bagi lansia yang memang sama sekali tidak bisa beraktivitas lagi mendapat pelayanan berupa program asistensi sosial lansia terlantar sebesar Rp200 ribu per bulan.

Penulis: