Imunoterapi Sel Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Imunoterapi Sel Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker
Ilustrasi kanker. ( Foto: Ist / Ist )
Dina Manafe / FER Minggu, 16 September 2018 | 20:37 WIB

Jakarta - Terkena kanker bukan akhir dari hidup. Dengan Perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran saat ini, banyak hal bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker. Mulai dari deteksi kanker sejak dini, meningkatkan kualitas hidup pasien, menyembuhkannya, bahkan meningkatkan usia harapan hidup.

Bagi pasien yang sudah terkena penyakit kanker, dan telah melewati banyak pengobatan tapi belum mendapat hasil sesuai harapan, metode pengobatan berikut ini mungkin bisa menjadi alternatif. Teknologi imunoterapi sel yang dikenal dengan Chimeric Antigen Receptor T-Cell Immunotherapy atau disingkat CAR-T Immunotherapy merupakan terobosan baru, yang dapat memberikan harapan hidup untuk pasien yang sulit disembuhkan.

"Metode ini pilihan terakhir, ketika pasien sudah berobat dengan berbagai cara tapi tidak sembuh atau mungkin hasilnya tidak sesuai harapan," kata Kepala Onkologi Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Prof Peng Xiao Chi, pada seminar tentang kanker bertemakan CAR-T Cell Immunotherapy di Jakarta, Sabtu (15/9).

Menurut Peng, pada dasarnya teknologi CAR-T Immunotherapy adalah menanamkan antigen sel tumor ke sel T atau limfosit T (kelompok sel darah putih yang berperan pada kekebalan) dalam tubuh, agar sel tersebut mempunyai fungsi untuk membasmi kanker. Selain itu, meningkatkan kemampuan untuk mengenali sel kanker, meningkatkan apoptosis sel kanker dan membunuh sel kanker secara langsung.

Pengobatan CAR-T berbeda dengan kemoradioterapi. CAR-T menggunakan teknologi terapi sel imun, yaitu setelah sel T dalam tubuh pasien dikembangbiakan di laboratorium dan diamplifikasi/diperbanyak, kemudian dinfuskan kembali ke dalam tubuh pasien tanpa perlu memberikan obat sitotoksik.

"Sel T dapat berkembang biak setelah memasuki tubuh, dan bertahan hidup dalam tubuh untuk waktu yang lama, sehingga pasien memiliki fungsi kekebalan dalam jangka panjang," kata Peng.

Dibandingkan dengan obat kemoterapi dan obat bertarget, CAR-T ini memiliki penargetan yang lebih akurat dan multi target secara spesifik. Artinya, terapi ini langsung mengenai posisi kankernya, tanpa merusak sel normal. Teknologi ini efektif untuk menyembuhkan penyaki kanker darah (leukimia), kanker getah bening (limfoma) dan Multiple myeloma, jenis kanker yang menyerang sel plasma.

Menurut Peng, metode CAR-T Immunotherapy merupakan teknologi pengobatan paling maju, dan telah mendapat pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika. Pengobatan ini telah dikembangan di Tiongkok, German, Amerika Serikat dan Jepang. Data terakhir menunjukkan, terdapat 160 uji klinis CAR-T yang telah dilakukan di Tiongkok, sama banyaknya dengan Amerika.

Saat ini, terapi CAR-T Immunotherapy bisa dilakukan di Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Tiongkok. Bagi pasien Indonesia yang ingin berobat ke Stamford, harus membawa rekap medis untuk konsultasi dengan dokter. Jika kondisinya memungkinkan untuk menjalani CAR-T Immunotherapy, bisa langsung masuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya, dan membuat perjanjian pengobatan CAR-T.

Soal biaya, berbeda antara pengobatan di Amerika dengan Tiongkok. Amerika menentukan biaya berdasarkan hasil pengobatan, sedangkan Tiongkok berdasarkan modal. Karena itu, biaya berobat di Tiongkok masih lebih rendah dibandingkan dengan Amerika dan negara Barat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat, dr Dollar SH MH, mengatakan, pasien kanker berhak memilih tempat berobat, termasuk kemungkinan berobat di Guangzhou untuk mendapat kesembuhan. Metode ini bisa menjadi alternatif untuk masyarakat yang memang membutuhkan dan sesuai kemampuannya.



Sumber: Suara Pembaruan