Ilustrasi
Jumlah puskesmas pembantu mencapai 1.819 unit dan puskesmas keliling hingga 391 unit

Pelaksana tugas gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, angka kematian bayi dan ibu di provinsi tersebut mengalami tren penurunan hingga akhir tahun 2011.

Ketika menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban gubernur dalam rapat paripurna DPRD Sumatera Utara di Medan, Gatot mengatakan, tren penurunan itu dapat dilihat dari angka kematian bayi pada 2001 sebesar 39,4 per 1.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), angka kematian bayi di Sumut pada 2008 telah menurun hingga 25,6 per 1.000 kelahiran hidup.

Adapun pada tahun 2011, tren penurunan tersebut masih terus terjadi hingga mencapai 22 per 1.000 kelahiran hidup.

Angka kematian ibu di Sumut, juga mengalami penurunan menjadi 268 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2010, sesuai hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT).

Sedangkan pada 1995, angka kematian ibu di Sumut sebanyak 373 per 100 ribu kelahiran hidup, dan mulai turun pada 2006, menjadi 315 per 100 ribu kelahiran hidup.

Kemajuan lain di bidang kesehatan adalah umur harapan hidup penduduk di Sumut meningkat hingga 69,95 tahun pada 2011 berdasarkan data BPS.

Peningkatan itu dapat dilihat umur harapan hidup di Sumut yakni 67,3 tahun pada 2004 dan 69,5 tahun pada 2010.

Selain itu, tingkat gizi buruk bagi bayi dibawah umur lima tahun juga menurun menjadi 24,6 persen pada 2005 dan terus menurun hingga 21,4 persen pada 2010.

Sedangkan pada 2011, tingkat gizi buruk pada balita hanya 20,9 persen, katanya.

Menurut dia, berbagai peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tersebut, didukung dengan keberadaan dan penyediaan berbagai sarana kesehatan yang tersebar di berbagai daerah.

Hingga akhir tahun 2011, telah tersedia 533 unit pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dengan perincian 155 unit puskesmas rawat inap dan 378 puskesmas nonperawatan.

Demikian juga dengan keberadaan puskesmas pembantu yang telah mencapai 1.819 unit dan puskesmas keliling hingga 391 unit.

Sarana kesehatan tersebut belum dihitung dengan keberadaan rumah sakit (RS) yang mencapai 172 unit.

"43 unit RS pemerintah, 14 unit RS BUMN, dan 115 unit RS swasta," katanya.

Dari segi sumber daya manusia, Sumut juga telah memiliki tenaga medis yang semakin baik.

Hingga 2011 terdapat 855 dokter spesialis, 2.405 dokter umum, 746 dokter gigi, 11.876 perawat, dan 10.051 bidan.

Penulis: