Bahaya dari masalah sleep apnea pada ibu hamil terkait obesitas cenderung jarang diekspos.

Dalam sebuah studi yang dilakukan University of South Florida, AS, menunjukkan, ibu hamil yang mengalami masalah sleep apnea terkait obesitas, akan berisiko mengalami masalah kesehatan yang membahayakan dirinya dan janin.

Sleep apnea, yakni gangguan tidur akibat masalah pada pernapasan bisa memengaruhi banyak orang, termasuk pada ibu hamil. Biasanya orang dengan sleep apnea akan mendengkur kala tidur, mendadak terbangun karena tak bisa bernapas, dan sebagainya.

Studi menunjukkan, bayi-bayi yang terlahir dari ibu yang mengalami sleep apnea parah lebih sering harus dirawat di unit rawat inap neonatal ketimbang bayi yang lahir dari ibu tanpa masalah sleep apnea. Semua ibu yang terlibat dalam penelitian ini mengalami obesitas.

Para perempuan hamil dengan masalah sleep apnea berisiko mengalami preeklamsia, yakni kondisi tekanan darah tinggi saat kehamilan, dan terpaksa melahirkan dengan proses sesar.

Komplikasi kehamilan yang erat kaitannya dengan obesitas, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes gestational lebih sering dibicarakan ketimbang masalah sleep apnea.

Menurut dr Judette Louis, profesor obstetri dan ginekolog mengatakan, ibu hamil yang berkelebihan berat badan perlu mengecek dan memantau kondisi sleep apnea-nya.

Orang dengan sleep apnea cenderung mengalami kesulitan bernapas saat tidur. Obesitas memperparah kondisi sleep apnea karena jaringan lemak berlebih pada saluran pernapasan menghalangi aliran udara.

Studi ini melibatkan sekitar 175 perempuan obesitas yang dites untuk masalah sleep apnea di rumah menggunakan alat portabel.

Sekitar 15 persen partisipan diketahui memiliki masalah sleep apnea. Partisipan dengan masalah sleep apnea cenderung memiliki masalah tekanan darah tinggi yang parah dan kronis.

Sekitar 65 persen partisipan yang positif bermasalah sleep apnea terpaksa menjalani bedah sesar. Sekitar 42 persennya mengalami preeklamsia.

Persentase bayi baru lahir yang terpaksa dirawat di ruang intensif mencapai 46 persen bagi ibu yang mengalami sleep apnea, sementara ibu yang tak mengalami sleep apnea, persentasenya hanya 18 persen.

Cara terbaik untuk menghadapi risiko terkait sleep apnea terkait obesitas adalah dengan menghadapi obesitas sebelum kehamilan, meski penurunan berat badan bukan hal yang mudah.

Penulis: /WEB